Seputar Kegiatan PPK

Dr. Fadjri Alihar : Diplomasi Kopi dan Batu Akik3 min read

November 30, 2020 3 min read

author:

Dr. Fadjri Alihar : Diplomasi Kopi dan Batu Akik3 min read

Reading Time: 3 minutes

Dr. Fadjri Alihar tahun ini memasuki masa purna bakti setelah mengabdi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sejak tahun 1984, kurang lebih selama 36 (tiga puluh enam) tahun. Beragam kegiatan penelitian di bidang kependudukan beliau jalani di berbagai wilayah di Indonesia.

Pak Fadjri menyelesaikan pendidikan Sarjana Geografi pada tahun 1982 dan Pasca Sarjana bidang studi Kependudukan pada tahun 1988 di Universitas Gajah Mada. Selanjutnya beliau mendapat gelar Doktor di bidang Geografi dari Universitas Kassel di Jerman pada tahun 1996.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari Pak Fadjri, terutama berkaitan dengan bagaimana cara menggali informasi dengan membangun kedekatan dengan informan di lapangan. Seperti diungkapkan oleh rekan sejawat yang juga merupakan Kepala Pusat Penelitian Kependudukan saat ini, Dr. Herry Yogaswara, “Pak Fadjri bisa membangun hubungan personal baik dengan individu maupun instansi dimana penelitian berlangsung. Hubungan baik tersebut tetap berlanjut meskipun penelitian telah berakhir”.

Kemampuan diplomasi yang dimiliki Pak Fadjri tidak lepas dari dua hal yang sangat lekat dengan kehidupannya yaitu kopi dan batu akik. Diplomasi kopi dan akik membawa kami ke berbagai petualangan berharga bahkan menyelamatkan kami dari banyak hal di lapangan. Ketika kami memasuki sebuah desa di Siberut Utara, dengan keterbatasan bahasa kopi dan akik Pak Fadjri mampu mengumpulkan warga untuk diskusi semalam bahkan beberapa warga kembali keesokan harinya dengan antusias untuk melanjutkan diskusi. Begitu juga ketika memasuki perkampungan padat di Kota Medan, pesona bebatuan di jemari Pak Fadjri mampu menjadi awal percakapan yang cair dengan penduduk setempat. Diplomasi kopi dan akik juga mendekatkan peneliti dengan Pemda setempat diluar lingkaran keperluan riset.

Beliau juga merupakan orang yang sangat perhatian dengan kesehatan. Di usia yang sudah kepala enam, kami anak muda sering kali kalah fisik ketika harus jalan kaki di lapangan. Saat di lapangan, ketika kami baru sarapan beliau sudah selesai jalan kaki beberapa putaran dan membaca koran menunggu kami siap berangkat. Pun juga di kantor, seperti yang diceritakan oleh salah satu peneliti muda Ekologi Manusia, Syarifah Dalimunthe, “Keluar lift lantai 7 Gedung Widya Graha di pagi hari sebelum jam 7 ada dua pilihan. Ke kiri  langsung ke ruang kerja atau belok kanan ke arah pantry dimana Pak Fadjri sudah selesai olahraga menikmati kopi paginya sambil menghadapi dua surat kabar nasional. Anda akan mendapati Pak Fadjri menantang anda diskusi bernas headline surat kabar hari ini. Diawali dengan ucapan lantang ” selamat pagi! ” disambung gelak tawa membahana”.

Selain sebagai peneliti senior, Pak Fadjri juga memposisikan diri sebagai orang tua bagi para peneliti muda, khususnya di Kluster Ekologi Manusia. Beliau selalu menyebut dirinya “Bapak” di antara peneliti muda. Pak Fadjri selalu berusaha menebarkan semangat dan aura positif kepada kami dalam menghadapi berbagai tantangan sebagai peneliti muda. Kedekatan yang dibangun menjadi salah satu dukungan dalam beraktivitas di kantor. 

Selamat menikmati fase baru dalam kehidupan, masa purna bakti, terlepas dari tugas-tugas rutin penelitian di LIPI. Kami yakin, setelah masa pensiun, semangat dan optimisme Pak Fadjri tetap menyala. Tentunya sudah banyak kegiatan dan pengabdian lain yang menanti. Lantak laju!!!

(Anak Muda Ekologi Manusia – P2K LIPI)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *