Dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta orang, Indonesia tidak hanya menghadapi tantangan pembangunan dalam hal pengelolaan kuantitas dan kualitas penduduk, tetapi juga berbagai dampak yang ditimbulkannya. Salah satu isu utama kependudukan terkini adalah tingginya proporsi penduduk usia kerja pada piramida penduduk Indonesia. Kondisi ini dapat memberikan bonus demografi bagi Indonesia jika pengelolaan kependudukan dilakukan dengan baik dan terencana. Sebaliknya, kondisi ini dapat menjadi bom waktu dalam proses pembangunan ekonomi di Indonesia jika kebijakan di bidang kependudukan terabaikan. Isu-isu kependudukan juga menjadi semakin kompleks sejalan dengan proses globalisasi, perubahan lingkungan, dan permasalahan kebencanaan.

Didirikan tahun 1987 (sebagai hasil reorganisasi dari LEKNAS – Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional), Pusat Penelitian Kependudukan (P2 Kependudukan) merupakan lembaga riset pemerintah di bawah naungan Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (IPSK-LIPI). Fokus utama P2 Kependudukan adalah kajian isu-isu kependudukan, baik di level lokal, regional, maupun nasional. Kajian tersebut, selain meningkatkan kompetensi keilmuan institusi, juga dapat membantu pemerintah memecahkan problem kependudukan dan pembangunan sehingga dapat terwujud masyarakat dan bangsa yang sejahtera.

P2 Kependudukan melakukan berbagai studi dasar dan terapan tentang dinamika kependudukan, kesempatan kerja, dan ketahanan masyarakat dalam konteks dan perubahan lingkungan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

Tema utama penelitian P2 Kependudukan adalah:

  • Keluarga dan kesehatan
  • Sumberdaya manusia dan ketenagakerjaan
  • Mobilitas penduduk
  • Ekologi manusia

P2 Kependudukan melaksanakan kajian multi-disiplin dengan dukungan dari peneliti-peneliti dengan beragam bidang keilmuan. Peneliti umumnya berkualifikasi S2 dan S3 pada berbagai latar belakang studi, seperti demografi, geografi manusia, antropologi, sosiologi, ekonomi, statistik, ekologi manusia, perencanaan wilayah, kesehatan masyarakat, dan ilmu-ilmu sosial lainnya.

Kegiatan penelitian di P2 Kependudukan juga turut didukung staf non-peneliti, terdiri dari staf administrasi keuangan, staf umum, pranata humas, staf teknologi informasi, staf perpustakaan, dan staf kesekretariatan.

Hasil kajian P2 Kependudukan dalam bentuk buku, bunga rampai, makalah kebijakan, ringkasan eksekutif, artikel jurnal serta berbagai jenis tulisan ilmiah lainnya didiseminasikan melalui:

  • Perpustakaan

Perpustakaan kerja (working library) P2 Kependudukan dapat diakses secara langsung. Perpustakaan ini menyediakan koleksi buku, jurnal, data makro serta publikasi lainnya secara lengkap bagi peneliti LIPI maupun maupun masyarakat umum.

Website P2 Kependudukan dilengkapi dengan ISSN dan diperbarui secara berkala. Selain website, P2 Kependudukan juga menyajikan informasi kegiatan penelitian dan publikasi terbaru berkaitan dengan isu dinamika kependudukan. melalui media sosial: Facebook (Pusat Penelitian Kependudukan LIPI), Twitter (@ppk_lipi), dan Instagram (kependudukanlipi).

  • Jurnal Kependudukan Indonesia (JKI)

Jurnal terakreditasi milik P2 Kependudukan berperan sebagai media pemberi informasi, komunikasi serta pertukaran pandangan peneliti mengenai isu kependudukan, tenaga kerja, dan ekologi manusia. Jurnal ini tidak hanya memuat artikel ilmiah dari peneliti-peneliti di P2 Kependudukan, namun juga menerima tulisan ilmiah dari kalangan akademisi di institusi lainnya. Laman jurnal dapat diakses melalui http://ejurnal.kependudukan.lipi.go.id/index.php/jki

• Population and environment

P2 Kependudukan menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga dalam bentuk penelitian, pelatihan, publikasi, seminar, lokakarya, dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Mitra kerjasama yang pernah dijalin meliputi:

  • Lembaga pemerintah, baik di tingkat nasional maupun lokal, antara lain: Bappenas, BPS, BKKBN, Kemenkes, dan Kemenakertrans.
  • Organisasi non-pemerintah (ornop), antara lain Yayasan Akatiga, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Yayasan Damandiri, dan SMERU.
  • Lembaga internasional, antara lain UNICEF, UNFPA, WHO, UNDP, UNIFEM, WFP, ILO, CIDA, AusAID, Ford Foundation, World Bank, ADB, Japan Foundation, IFI – France Embassy, dan Korean – ISEAS.
  • Perguruan tinggi di berbagai provinsi di Indonesia, serta institusi pendidikan luar negeri, antara lain Sugiyama University Japan, The Australian National University (ANU), The Flinders University of South Australia, dan National University of Singapore.
Go to top