Resensi

Ibn Khaldun Sang Pelopor Sosiologi

Buku Ibn Khaldun

Sumber gambar: https://www.mizanstore.com/product/detail/56753-ibn-khaldun-biografi-intelektual-dan-pemikiran-sang-pelopor-sosiologi#

 

Judul Buku             : Ibn Khaldun: Biografi Intelektual dan Pemikiran Sang Pelopor Sosiologi

Penulis                    : Syed Farid Alatas

Penerbit                  : Mizan Pustaka

Terbit                       : 2017

Tebal                        : 208 hlm, 14,5 x 20,5 cm

ISBN                        : 978-602-441-003-2

Ibn Khaldun merupakan salah satu cerdik cendikia muslim terkemuka yang memiliki sejumlah karya monumental dan berpengaruh bagi perkembangan awal sosiologi dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Dalam buku ini, Syed Farid Alatas seorang Profesor Sosiologi di National University of Singapore mengulas biografi intelektual dan pemikiran sang pelopor sosiologi tersebut.

Ibn Khaldun membangun jenis ilmu yang sepenuhnya baru yang disebut ilmu-ilmu masyarakat-manusia (‘ilm al ijtima al insani) atau ilmu organisasi-sosial manusia (‘ilm al ‘umran al basyari). Bangunan pengetahuan yang kemudian tidak hanya memengaruhi sarjana-sarjana muslim namun juga para pemikir Eropa (hlm.19).

Ibn Khaldun menduduki jabatan penting di berbagai istana dan dinasti di kawasan Afrika Utara dan Andalusia. Pengalamannya tersebut menurut Alatas kemudian sangat berpengaruh pada wawasannya mengenai watak loyalitas kesukuan, makna dan pentingnya ‘asyabiyyah, dan banyak konsep yang dikonstruksi dalam penjelasan teori-teorinya. Ibn Khaldun tidak berlaku sebagai ilmuan yang menjadi penonton jarak jauh tetapi secara langsung mengalami berbagai kerusuhan sejarah dinastik, menyaksikan korupsi dan pertengkaran di dalam istana dan menjadi korban dalam banyak kejadian tersebut (hlm. 33).

Kajian monumental Ibn Khaldun adalah kitab al-‘Ibar wa Diwan al-Mubtada wa al-Khabar fi Ayyam al-‘Arab wa al-‘Ajam wa al-Barbar (Buku tentang Contoh-contoh dan Kumpulan Sejarah Asal-usul Bangsa Arab dan Berber). Buku yang merupakan karya empiris mengenai sejarah Bangsa Arab dan Berber yang terdiri dari beberapa jilid. Muqaddimah, yang kemudian lebih banyak dikenal, merupakan bagian dari pendahuluan bagi ‘Ibar. ‘Ibar merupakan bagian deskriptif dari sejarah, sedangkan Muqaddimah menjelaskan mengenai sebab-sebab pokok dan makna-batiniah sejarah (hlm. 39).

Dalam pandangan Ibn Khaldun sejarah dapat dipahami oleh orang terpelajar dan orang awam.  Menurutnya pada level permukaan, sejarah tidak lebih dari informasi mengenai berbagai kejadian politik, dinasti-dinasti, dan aneka peristiwa yang terjadi pada masa lalu yang kemudian disajikan secara anggun dan dibumbui kata-kata mutiara. Namun, sejarah tersebut harus dibedakan dengan makna-batiniah sejarah yang melibatkan spekulasi dan upaya menemukan kebenaran, penjelasan secara terperinci tentang sebab-sebab dan asal-usul dari kenyataan yang ada, serta pengetahuan mendalam tentang bagaimana dan mengapa peristiwa-peristiwa terjadi. Ia kemudian mengkritik sejarawan muslim yang amat tekun mencatat berbagai kejadian bersejarah namun mencapuradukan fakta dengan gossip dan laporan palsu (hlm. 44).

Ia menyatakan bahwa hanya pengetahuan tentang sifat masyarakat yang dapat menghasilkan sejarah yang tepat karena pengetahuan semacam itu akan memungkinkan seorang ilmuan menolak yang mustahil dan absurd. Dalam penelaahannya masyarakat bisa dalam bentuk nomaden (‘umran badawi) atau yang menetap (‘umran hadari) (hlm. 74). Dalam perspektifnya sebuah konsepsentral untuk memahami beragam perbedaan yang ada pada masyarakat adalah konsep ‘ashabiyyah, perasaan kelompok atau kohesi sosial. Kelompok sosial dengan ‘ashabiyyah yang kuat dapat mendominasi dan memaksakan aturan kepada kelompok dengan ‘ashabiyyah yang lemah (hlm. 79).

Istilah ‘ashabiyyah telah diterjemahkan dalam berbagai istilah secara beragam mulai dari solidaritas, perasaan kelompok, esprit de corps, dan loyalitas kelompok. Ibn Khaldun menjelaskan makna ‘ashabiyyah sebagai sebuah perasaan tentang kesamaan dan kesetiaan pada sebuah kelompok yang utamanya dibangun berdasarkan ikatan darah. Meskipun ada tiga jenis hubungan yang kemudian membentuk ‘ashabiyyah yaitu hubungan darah (shilat al-rahim), hubungan patron klien (wala) dan aliansi (hilf) (hlm. 85).

Ibn Khaldun berada di pinggiran ilmu sosial karena ia jarang muncul dalam buku teks seperti Marx, Weber, Durkheim, dan pendiri sosiologi dan disiplin sosial lainnya. Menurut penulis hal tersebut terjadi karena tulisan-tulisan Ibn Khaldun tidak dikerjakan seperti sebuah teori sosiologi modern. Karyanya sering disebut dan dibicarakan namun jarang ditemui secara teoretis dan direkonstruksi sebagai sebagai sosiologi juga dikarenakan adanya Europasentrisme yang didominasi oleh konsep dan kategori Eropa, yang kemudian membuat pemikir non barat seperti Ibn Khaldun tetap marginal (hlm. 150).

Karya-karya Ibn Khaldun seringkali hanya dikaji dalam konteks konsep-konsep dan pandangan teoretis barat dan kurang dimanfaatkan sebagai sebuah konsep untuk ilmu sosial modern. Sehingga menurut penulis perlu adanya kampanye mengenai perlunya kerja-kerja intelektual untuk mengembangkan ilmu sosial Khaldunian. Kerja-kerja intelektual tersebut merupakan bagian dari politik pengetahuan. Politik pengetahuan tidak hanya memiliki dampak bagi hegemoni-relatif dari paradigma atau mazhab-mazhab tertentu dalam ilmu-ilmu sosial barat tetapi juga menyangkut penghilangan gagasan dari diskursus-diskursus peradaban lain (hlm 173). Pada bagian akhir penulis merekomendasikan beragam karya kesarjanaan modern mengenai Ibn Khaldun yang akan sangat berguna dalam memberi orietasi bagi para pembaca yang tertarik mendalami sang pelopor sosiologi tersebut (hlm. 175).

Mahasiswa, akademisi, dan peneliti ilmu-ilmu sosial perlu membaca buku ini. Sebab melalui karyanya ini, Alatas berhasil menyajikan secara ringkas namun presisi mengenai biografi intelektual Ibn Khaldun. Sosok yang menurut George Sarton merupakan sejarawan terbesar pada abad pertengahan. 

Diresensi oleh Anggi Afriansyah, Peneliti Sosiologi Pendidikan di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI.

Judul Buku                  : Ibn Khaldun: Biografi Intelektual dan Pemikiran Sang Pelopor

   Sosiologi

Penulis                         : Syed Farid Alatas

Penerbit                       : Mizan Pustaka

Terbit                           : 2017

Tebal                           : 208 hlm, 14,5 x 20,5 cm

ISBN                           : 978-602-441-003-2

Terpopuler

PPK LIPI on Twitter

Go to top