Forced Migration atau migrasi yang terpaksa dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya kondisi perang yang mengharuskan penduduk berpindah ke daerah lain yang lebih aman. Pulau Galang merupakan salah satu pulau yang menjadi saksi sejarah pengungsian warga Vietnam di Indonesia. Dengan luas 80 Km2, Pulau Galang dijadikan tempat penampungan sementara para warga Vietnam yang mengungsi akibat adanya perang saudara sekitar tahun 1975-1996. Pulau Galang terpilih menjadi lokasi kamp pengungsi dikarenakan letaknya yang strategis untuk menyalurkan bantuan logistik dan transportasi serta untuk mengisolir.

Sayangnya, permasalahan pengungsian antarnegara bukanlah persoalan mudah. Menurut penuturan warga setempat, alasan warga Vietnam perlu diisolir dari penduduk lokal adalah kecemburuan dari penduduk lokal masa itu pada bantuan logistik yang disalurkan kepada pengungsi. Padahal bantuan yang disalurkan kepada pengungsi Vietnam sebagian besar merupakan pemberian dari UNHCR (United Nation High Commisioner for Refugees). Demi keamanan, lokasi kamp kemudian diberikan fasilitas seperti rumah sakit dan rumah ibadah agar pengungsi dari Vietnam tetap dapat terpenuhi kebutuhannya.

Demikian halnya dengan berita beberapa hari ke belakang mengenai banyaknya pengungsi pencari suaka yang tinggal di trotoar jalanan depan gedung UNHCR Jakarta dan gedung eks-Kodim di Kalideres . Para pencari suaka ini berasal dari negara-negara Asia dan Afrika diantaranya Yaman, Afghanistan dan Somalia. Nasib para pencari suaka ini perlu dipikirkan lebih lanjut karena pada dasarnya mereka masih memiliki hak-hak dasar yang perlu dipenuhi. Untuk itulah penting dilakukannya diplomasi antarnegara yang mengatur masuk keluarnya para pengungsi dan perlakuan terbaik yang bisa diberikan. Jangan sampai keberadaan para pencari suaka malah menjadi masalah baru bagi negara penampung karena adanya kecemburuan dari penduduk lokal. Pertanyaan menarik untuk didiskusikan berikutnya adalah, apakah negara perlu memfasilitasi pengungsi atau para pencari suaka tersebut dengan ‘Pulau Galang’ lain?

 

67305778_2336654143239685_3437573441534820352_o.jpg#lipi #kependudukan #mobilitaspenduduk #refugees #pulaugalang

Kontak: Irin Oktafiani

powered by social2s
Go to top