Tim peneliti Mobilitas Penduduk menghasilkan satu buah buku baru dipertengahan tahun 2019 dengan judul ‘Penduduk Muda dan Migrasi: Menghubungkan Modal Manusia dan Daya Saing’. Buku  terbitan Sinar Harapan ini merupakan hasil kajian dari penelitian tahun 2016 yang dilaksanakan di Sleman - DI Yogyakarta.

Dalam buku ini diungkapkan bahwa Provinsi DIY, khususnya di Kabupaten Sleman, menjadi salah satu tujuan utama migrasi penduduk muda di Indonesia karena memiliki daya tarik wilayah yang tinggi, antara lain ketersediaan variasi fasilitas pendidikan tinggi dan kesempatan kerja yang luas pada sektor jasa. Suasana kota yang dianggap nyaman dan biaya hidup yang relatif murah dibanding kota-kota besar lainnya di Indonesia juga menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum muda untuk pindah ke daerah ini.

Motif untuk meninggalkan daerah asal migran muda merupakan kombinasi hambatan struktural dan preferensi pribadi. Hambatan struktural merujuk pada ketimpangan kuantitas dan kualitas fasilitas pendidikan, juga mengacu pada keterbatasan kesempatan kerja di daerah asal migran. Sementara itu, preferensi pribadi yang menjadi bahan pertimbangan penduduk muda untuk melakukan migrasi umumnya berupa keinginan untuk hidup mandiri, ingin merasakan suasana dan lingkungan baru, ataupun sudah tidak nyaman dengan kondisi tempat tinggal sebelumnya.

Screenshot 2019 05 27 at 13.19.17

Sementara itu, pilihan Sleman sebagai daerah tujuan migrasi didasari ekspektasi pemenuhan aspirasi hidup dan keberadaan jaringan sosial di daerah tersebut. Aspirasi hidup terkait perpindahan kaum muda ke Sleman umumnya berupa mendapatkan pendidikan yang berkualitas, mengakses kesempatan ekonomi yang lebih baik, serta mencari suasana kota yang nyaman. Sementara itu, sebagian besar responden juga mempertimbangkan keberadaan jaringan sosial di daerah tujuan ketika memilih Sleman. Adanya kerabat ataupun kenalan yang telah terlebih dahulu tinggal disana, serta jarak yang tidak terlalu jauh dari daerah asal, menjadi alasan utama pemilihan wilayah tujuan. Meskipun begitu, penelusuran lebih jauh tentang keputusan migrasi kaum muda mengungkapkan kompleksitas pengambilan keputusan sehingga sulit menguraikan alasan utama yang mendasari keputusan ini.

Bagi migran muda, jaringan sosial terdekat seperti keluarga, kerabat, dan teman dekat masih menjadi sumber informasi utama yang menjadi referensi mereka dalam pengambilan keputusan migrasi. Meskipun begitu, sejumlah migran muda telah menunjukkan keterlibatan internet dalam mendukung pengumpulan informasi yang diperlukan pra-migrasi. Di masa mendatang, seiring dengan semakin meningkatnya intensitas pemanfaatan internet oleh kaum muda, media digital dapat menjadi faktor pengaruh penting dalam proses pengambilan keputusan migrasi.

Selanjutnya, kajian ini juga menemukan kecenderungan yang cukup besar bagi migran muda untuk melakukan perpindahan wilayah secara repetitif. Berbagai strategi terkait akumulasi modal manusia mendasari pilihan mereka untuk kembali berpindah, baik ke daerah asalnya maupun ke daerah tujuan yang baru. Pendalaman informasi tentang aspirasi migrasi penduduk muda di masa mendatang menunjukkan dominasi preferensi pribadi yang mendasari pilihan lokasi tempat tinggal yang mereka inginkan.

powered by social2s
Go to top