Mobilitas penduduk, khususnya mereka yang termasuk dalam angkatan kerja, tidak hanya melintasi batas-batas wilayah di dalam negeri, akan tetapi juga melintasi batas wilayah negara. Keterbatasan kesempatan kerja di daerah asal mendorong penduduk dalam usia kerja untuk melakukan mobilitas ke daerah  dengan kesempatan kerja yang lebih banyak, termasuk ke luar negeri.

Arus mobilitas penduduk ini tentu saja akan berimplikasi pada permasalahan perlindungan pekerja migran dan perlu dikaji lebih mendalam terutama yang terkait dengan perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri dan permasalahan ketenagakerjaan yang dihadapi oleh tenaga kerja Indonesia di dalam negeri menghadapi arus globalisasi, terutama yang terkait dengan keberadaan tenaga kerja asing (TKA).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah untuk menjamin perlindungan terhadap pekerja Indonesia, baik di luar maupun di dalam negeri, dalam menghadapi persaingan di pasar global.

Hasil kajian awal menunjukkan bahwa permasalahan terkait pekerja migran berpengaruh pada perlindungan tenaga kerja Indonesia dapat diatasi melalui peninjauan kembali kesepakatan yang ada. Ini dilakukan melalui diplomasi antar pihak pemerintah dengan negara penerima PMI dan perusahaan multi nasional untuk menegosiasikan hal-hal yang tidak sesuai antara yang sudah diatur dalam kesepakatan dengan implementasinya. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah strategi perlindungan tenaga kerja Indonesia (baik yang bermigrasi ke luar negeri maupun di dalam negeri), yang dicapai melalui strategi diplomasi antara negara penerima PMI dan perusahaan multi nasional yang mempekerjakan tenaga kerja asing.

54globalisasi.jpg

Ditulis oleh: Tim Mobilitas Penduduk - Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

powered by social2s