Hari Lanjut Usia Internasional 2017

Oleh: Puguh Prasetyoputra*

 

Dalam kurun waktu beberapa dekade terakhir, komposisi penduduk dunia telah berubah secara drastis. Dari tahun 1950 sampai dengan 2010, Angka Harapan Hidup (AHH) seluruh dunia meningkat dari 46 menjadi 68 tahun, dan diproyeksikan meningkat menjadi 81 pada akhir abad ini.

Kini hampir 700 juta penduduk berusia di atas 60 tahun. Pada tahun 2050, diperkirakan jumlah ini akan membengkak menjadi 2 miliar, atau lebih dari 20 persen populasi dunia.  Kenaikan jumlah lansia ini akan terjadi paling cepat di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Maka dibutuhkan perhatian yang lebih besar terhadap kebutuhan dan tantangan yang dihadapi banyak lansia.

Pada setiap 1 Oktober, dunia memperingati Hari Lansia, yang telah diperingati sejak ditetapkannya tanggal tersebut oleh Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Desember 1990.

Seperti yang dilansir dari Situs PBB, tema Hari Lansia Internasional tahun ini adalah “Stepping into the Future: Tapping the Talents, Contributions and Participation of Older Persons in Society.” Ini adalah tentang memperluas kontribusi lansia di keluarga dan masyarakat secara luas. Ini berfokus pada jalur yang mendukung partisipasi penuh dan efektif di hari tua, sesuai dengan hak dasar, kebutuhan dan preferensi mereka sebagai lansia.

Di Indonesia, peringatan Hari Lansia Internasional 2017 digelar di Plasa Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, dan dimeriahkan serta ditandai dengan “Gerakan 1000 Perempuan dan Lansia Indonesia Merawat Lingkungan dan Peduli Bencana.” Peringatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

 

*Peneliti Junior di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

powered by social2s