Memperingati Hari Koperasi Nasional – Memberdayakan Masyarakat Melalui Koperasi

Oleh: Irin Oktafiani*

Koperasi secara definitif merupakan sebuah organisasi ekonomi yang dimiliki dan dijalankan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama dengan asas prinsip gerakan ekonomi rakyat dan berlandaskan prinsip kekeluargaan. Prinsip ekonomi koperasi sering dianggap sebagai prinsip yang paling baik untuk diterapkan di Indonesia karena berdasarkan kekeluargaan, bahkan Bapak Koperasi Indonesia, Muhammad Hatta mendefinisikan koperasi sebagai organisasi ekonomi dengan prinsip tolong-menolong.

Sejarah berdirinya koperasi dimulai pada pertengahan abad 18 pada saat munculnya Revolusi Industri. Revolusi Industri berhasil memangkas penggunaan tenaga kerja dalam kegiatan ekonomi, hal ini berpengaruh pada jumlah pengangguran yang ada di Inggris pada saat itu. Kemudian Revolusi Perancis pada tahun 1789 juga menjadi awal mula kemunculan koperasi. Pada saat itu ide menumbangkan kekuasaan kelompok bangsawan dan kerajaan justru berdampak pada kemunculan kaum-kaum kapitalis baru yang akhirnya membuat kesenjangan masyarakat di Perancis. Kesenjangan ini akhirnya membuka jalan kelahiran koperasi sebagai jembatan agar masyarakat miskin bisa mendapat modal usaha dan memperbaiki nasib.

Hingga saat ini, koperasi memiliki peran dalam peningkatan pendapatan domestik bruto (PDB) negara. Menurut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), keberadaan koperasi di Denmark menyumbang PDB negara sebesar 6,70%. Indonesia memiliki jumlah koperasi terbanyak di dunia sehingga keberadaan koperasi lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2018 jumlah koperasi aktif nasional sebanyak 208.210 dengan jumlah keberadaan koperasi terbanyak di Provinsi Jawa Timur. Jumlah tersebut terbagi dalam lima jenis kegiatan usaha yaitu konsumen, produsen, pemasaran, jasa, dan simpan pinjam. Koperasi konsumen merupakan jenis koperasi terbanyak di Indonesia dengan persentase 50,04%. Sejumlah besar koperasi di Indonesia diharapkan juga dapat berkontribusi dalam peningkatan PDB negara.

Koperasi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat terutama dalam kegiatan jual-beli dan simpan-pinjam. Koperasi sering kali menjadi pintu pertama bagi masyarakat untuk memasarkan hasil usaha seperti yang dilakukan oleh Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara yang membantu penjualan susu hasil peternakan para anggota. Di tempat lain, koperasi juga berhasil sebagai penyuntik dana dengan sistem kekeluargaan seperti yang dilakukan Koperasi Setia Bhakti Wanita yang aktif dalam usaha simpan pinjam bagi masyarakat yang ingin menjalankan UKM. Selain dari dua koperasi tersebut masih banyak lagi peran serta koperasi bagi masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2016 diperkirakan jumlah anggota koperasi sebesar 37,78 juta jiwa. Jumlah ini terbilang sedikit dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa. Oleh karena itu perlu digalakkan gerakan kembali kepada koperasi mengingat prinsip kerjanya yang sesuai dengan ekonomi kerakyatan Indonesia. Di sisi lain keberadaan koperasi menjadi penting bagi usaha rakyat dikarenakan sistem platform pinjaman yang lebih sederhana dibandingkan dengan syarat-syarat saat mengajukan pinjaman di bank nasional. Platform pinjaman yang lebih mudah ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan usahanya. Ditambah lagi, menurut Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai 59 juta unit, keberadaan UMKM yang bersinergi dengan koperasi dapat memberi dampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Hal yang menjadi penting untuk diingat pada peringatan hari Koperasi Nasional ini adalah produk koperasi jangan hanya terbatas pada pemasaran lokal. Koperasi perlu mengembangkan kualitas dari produk atau usaha dari koperasi demi kesejahteraan anggotanya. Pengembangan kualitas bisa dilakukan dengan mempercantik produk koperasi hingga dapat dilirik di mata internasional, misalnya dengan meningkatkan daya tahan makanan lokal agar bisa diekspor ke luar negeri. Dengan meningkatnya mutu daya saing produk koperasi secara tidak langsung akan mendukung kesejahteraan anggotanya. Disamping itu, pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas pinjaman dari koperasi dituntut untuk lebih kreatif agar bisa mengembangkan usahanya sampai di tingkat internasional.

Peningkatan mutu dan pelayanan koperasi serta menggalakkan kembali kesadaran masyarakat menjadi anggota koperasi merupakan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam momen peringatan hari koperasi. Selamat memperingati hari koperasi! Semangat membangun negeri!

*) Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

Go to top