Hari Toilet Sedunia 2017

Oleh: Puguh Prasetyoputra*

 

Pada Hari Minggu, 19 November 2017, Dunia memperingati Hari Toilet Sedunia. Peringatan ini belum lama dimulai pada tahun 2013 dimana Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 19 November sebagai hari Toilet Sedunia.

Toilet berfungsi untuk memisahkan feses dan kotoran lainnya yang dihasilkan oleh manusia dengan kontak manusia. Namun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization, WHO), sebanyak 4,5 milyar penduduk dunia masih belum memiliki toilet yang secara aman membuang kotoran mereka.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goal, SDG) No. 6 secara spesifik bertujuan untuk menjangkau semua orang dengan sanitasi, dan mengurangi separuh proporsi air limbah yang tidak diolah dan meningkatkan daur ulang dan penggunaan kembali yang aman. Agar ini dapat terjadi, feses manusia perlu untuk dicegah agar tidak mengkontaminasi air dan segala hal yang dikontak oleh manusia.

Seperti yang dilansir dari situs PBB, tema peringatan Hari Toilet Sedunia tahun ini adalah “Air Limbah.” Air limbah yang tidak dikelola secara aman dan berkelanjutan dapat menyebabkan kerugian berupa status kesehatan yang berkurang dan kerugian ekonomi. Untuk mewujudkan SDG No. 6 caranya adalah dengan mengatur perjalanan feses manusia yang melalui empat tahap berikut:

  • Penahanan. Feses harus disimpan ke toilet yang higienis dan disimpan di lubang atau tangki tertutup, terpisah dari kontak manusia.
  • Pengangkutan. Pipa atau layanan pengosongan jamban harus memindahkan kotoran ke tahap pengolahan.
  • Pengolahan. Feses harus diolah menjadi limbah cair dan produk limbah yang bisa dikembalikan ke lingkungan.
  • Pembuangan atau penggunaan kembali. Feses yang diobati secara aman dapat digunakan untuk pembangkit energi atau sebagai pupuk dalam produksi pangan.

 

*Peneliti Junior di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

PPK LIPI on Twitter

Go to top