Hari Sejuta Pohon Sedunia 2018

Oleh: Puguh Prasetyoputra*

Pada hari Rabu, 10 Januari 2018, masyarakat dunia memperingati Hari Sejuta Pohon Sedunia. Pohon merupakan makhluk hidup dengan kemampuan luar biasa untuk melakukan fotosintesis yang dapat mengurangi kadar CO2 di udara dan menghasilkan O2 yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan hewan.

Seperti yang dilansir dari situs National Geographic Indonesia (<http://nationalgeographic.co.id/>), terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa tegakan hutan berdaun jarum dapat menyerap 60% air hujan. Bahkan, tegakan hutan yang berdaun lebar dapat menyerap lebih banyak lagi air hujan sebesar 80%. Hal ini tentunya dapat mencegah terjadinya banjir dan meningkatkan cadangan air tanah yang dapat digunakan oleh manusia dalam jangka waktu yang panjang.

Walapun demikian, hutan di sekitar kita banyak yang tidak dijaga dan bahkan dieksploitasi atas nama ekonomi. Menurut buku Keadaan Hutan Indonesia yang ditulis oleh Charles Victor Barber, Emily Matthews, David Brown, Timothy H. Brown, Lisa Curran dan Catherine Plume (2014), penebangan liar telah menghancurkan lebih dari 10 juta hektar hutan Indonesia. Jika ini terus berlanjut, maka bisa jadi generasi penerus di Indonesia tidak akan mendapatkan manfaat dari hutan.

Peringatan Hari Sejuta Pohon Sedunia memiliki arti yang lebih penting daripada sekedar selebrasi. Yang lebih penting adalah justru aksi menanam dan merawat pohon itu sendiri agar lingkungan kita tetap terjaga. Selain itu, pohon yang ditanam seyogyanya beragam, jangan hanya yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti pohon jati, agar keanekaragaman hayati juga terjaga. Semakin banyak yang mengetahui Hari Sejuta Pohon Sedunia ini harapannya akan semakin banyak yang ikut berpartisipasi menanam pohon dan menjaga lingkungan sekitarnya, agar kita dapat mewariskannya pada anak dan cucu kita.

*) Peneliti Junior di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

PPK LIPI on Twitter

Go to top