Dalam rangka memperingati Hari Radio ke- 74 Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) mengambil tema “Untuk Indonesia Lebih Bertoleransi”. Radio diharapkan dapat mempersatukan bangsa dan menjadi media yang berguna bagi masyarakat

Saat ini radio merupakan salah satu media yang masih bertahan ditengah perkembangan teknologi informasi saat ini dan relatif menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Di beberapa daerah banyak berkembang radio komunitas yang berfungsi sebagai sarana untuk meingkatkan pemberdayaan masyarakat. Radio komunitas dapat mengakomodasi segala kepentingan kelompok seperti pembinaan melalui materi penyiaran yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan anggotanya.

Pusat Penelitian Kependudukan LIPI bersama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) pada tahun 2010-2011 melakukan kajian “Public Awareness, Training and Education Program on Climate Change Issue for All Level of Societies in Mitigation and Adaptation“ melalui program pengembangan radio, baik radio komunitas maupun radio swasta/komersil di Serdang Bedagai (Sumatera Utara), Kamal Muara (Jakarta Utara), Indramayu (Jawa Barat), Kota Batu (Jawa Timur), dan Kota Bau Bau (Sulawesi Tenggara)

Kegiatan program ini sangat unik karena pengetahuan perubahan iklim beserta upaya beradaptasi dan mitigasinya dikemas dengan berbagai acara seperti addlips, talkshow, cerita sukses petani/nelayan melalui on-air dan juga acara off-air sehingga berhasil memikat petani, nelayan, serta masyarakat umum untuk beradaptasi serta mitigasi dalam menghadapi perubahan iklim

Selamat Hari Radio ke-74

info buku: http://pustaka.kependudukan.lipi.go.id/…/searchka…/byId/4066

Screenshot_2019-09-17_at_18.26.23.png

#LIPI #kependudukan #radio #perubahaniklim #publicawareness

powered by social2s
Go to top