Hari Perawat Internasional diperingati setiap 12 Mei, bertepatan dengan hari kelahiran Florence Nightingale  yang merupakan pelopor perawat modern dari Inggris. Peringatan pada tahun 2020 menjadi istimewa karena WHO menetapkan tahun ini sebagai ‘Tahun Perawat dan Bidan’, sebuah perayaan global yang dimaksudkan untuk meningkatkan citra profesi dan menarik generasi baru ke dalam keperawatan keluarga.

WHO mendesak seluruh negara di dunia untuk mencetak setidaknya 6 juta pekerjaan bidang keperawatan baru pada 2030 untuk mengimbangi kekurangan profesi itu menanggapi pandemi COVID-19. Saat ini hanya ada 28 juta perawat di seluruh dunia, sehingga ada kekurangan 5,9 juta untuk merawat penduduk yang tumbuh dengan pesat. Kekurangan perawat terbesar ada di negara berpenghasilan rendah hingga menengah di Afrika, Asia Tenggara, wilayah Mediterania Timur dan beberapa bagian Amerika Latin.

Pusat Penelitian Kependudukan pada tahun 2018-2019 bekerjasama dengan Japan External Trade Organization (JETRO) melakukan penelitian International Migration of Indonesia Nurse yang bertujuan untuk meneliti migrasi dan pengembangan karier perawat Indonesia yang bekerja di luar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat sebagai pekerja migran internasional dari Indonesia telah bekerja di beberapa negara Asia, Timur Tengah, Eropa, dan bahkan Afrika, dengan Jepang sebagai tujuan utama di antara negara-negara Asia. Alasan para perawat untuk bekerja di luar negeri adalah mendapatkan lebih banyak pengalaman, peningkatan keterampilan, dan peningkatan karier yang lebih baik.

Selamat Hari Perawat Internasional 2020.

#LIPI96833276_2572266736345090_423251323165605888_o.jpg #Kependudukan #InternationalNursesDay2020

 

powered by social2s
Go to top

Artikel terkait