Ada apa dengan tanggal 15 Mei? Sekilas mungkin tidak ada yang istimewa dengan tanggal ini. Namun, ternyata tanggal ini digunakan sebagai momen memperingati Hari Keluarga Internasional. Sejak diperingati pertama kali pada tahun 1995, Hari Keluarga Internasional mengusung tema-tema peringatan setiap tahunnya, seperti: Families: Agents and Beneficiaries of Development (2000), Families and Ageing: Opportunities and Challenges (2002), Changing Families: Opportunities and Challenges (2006), Mothers and Families: Challenges in a Changing World (2009), dan Families, Healthy Lives and Sustainable Future (2016).

Hari Keluarga Internasional pada tahun 2020 ini diperingati dengan tema “Families in Development: Copenhagen and Beijing +25”. Menilik dari tema tersebut, momen peringatan pada tahun ini menjadi penting karena sekaligus memperingati 25 tahun Copenhagen Declaration on Social Development yang salah satu poin pentingnya adalah … to place people at the centre of development… Tahun 1995 juga bertepatan dengan momen penting Konferensi Dunia tentang Perempuan yang keempat di Beijing yang menghasilkan landasan aksi (Beijing Platform for Action) bagi negara-negara di seluruh dunia untuk melaksanakan penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan (CEDAW). Di Indonesia, hal ini ditindaklanjuti antara lain dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional.

Tim peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI juga memiliki perhatian terhadap studi-studi terkait keluarga. Pada tahun 2015-2019, misalnya, Kelompok Penelitian Keluarga dan Kesehatan mengangkat tema Keluarga dan Globalisasi di Indonesia dengan menggunakan pendekatan siklus hidup. Penelitian ini difokuskan pada 3 kelompok penduduk dengan tema spesifik, yaitu remaja dan perilaku berisiko, perilaku kesehatan ibu dan pola pengasuhan anak, serta kualitas hidup lansia. Sementara itu, tahun 2020 ini merupakan tahun pertama dari rencana studi lima tahun yang dilakukan di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI yang tergabung dalam penelitian terkait Family Resilience. Penelitian ini akan memfokuskan studi ketahanan keluarga pada lima livelihood settings yang berbeda: pertanian, perkebunan, perikanan, industri, dan pariwisata.

Situasi dunia yang saat ini menghadapi pandemi COVID-19 juga menjadi catatan tersendiri. Peringatan Hari Keluarga Internasional tahun ini juga menekankan pentingnya memfokuskan investasi pada kebijakan sosial untuk melindungi individu dan keluarga yang paling rentan dalam situasi pandemi sekarang. Sementara itu, studi Family Resilience yang dilakukan juga akan melihat pandemi COVID-19 sebagai salah satu tekanan (stressor) pada lima livelihood settings yang berbeda.  Akhir kata, keluarga, sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat, memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran penyakit pada situasi pandemi COVID-19 saat ini.

Selamat memperingati Hari Keluarga Internasional!

 

xzainal.png

 

powered by social2s
Go to top

Artikel terkait