Anggi Afriansyah, Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan menjadi salah satu pembicara pada acara bertajuk "Membangun Generasi Pelajar Melek Literasi Media" dalam rangka peringatan Bulan Bahasa di SMA Dwiwarna Bogor pada tanggal 25 Oktober 2019. Acara ini dilakukan untuk memantik minat anak-anak membaca dan menulis

Pada kesempatan tersebut, Anggi berbagi pengalaman soal dunia membaca dan menulis. Menulis hanya dapat dilakukan dengan ketekunan dan konsistensi. Banyak sekali manfaat menulis antara lain untuk mengeluarkan kegelisahan, kegalauan dan unek-unek, menjadi lebih teratur dalam berpikir, memiliki keterampilan menarasikan dan menyampaikan gagasan secara sistematik, memiliki kekuatan untuk mengajak orang untuk melakukan sesuatu, dan mediseminasikan ide yang dimiliki

Ide tulisan dapat didapat dari realitas keseharian, bacaan, tontonan, media sosial. Setelah itu, dibuatlah outline (kerangka) da point-poin yang akan ditulis pada outline. Dalam prosesnya, penulis perlu mencari referensi pendukung (data dan teori) yang memperkuat argumentasi yang dibangun dalam tulisan. Untuk berlatih, pembiasaan menulis bebas (free writing) sangat diperlukan

Salah_satu_hunian_sementara_yang_sudah_rusak_sebelum_selesai_dibangun_dan_dihuni._Foto_diambil_pada19_Desember_2018_INY_1.jpg

Pada tengah sesi, para siswa diminta untuk mempraktekkan free writing. Dalam waktu lima menit mereka diminta untuk menulis apapun. Dan setelah itu mereka diminta bertukar tulisan dengan teman di sampingnya, untuk kemudian menyampaikan tulisan tersebut ke depan forum. Banyak tulisan jenaka yang anak-anak sampaikan. Soal kegelisahannya akan masa lalu, masa kini dan masa depan, soal kisah kasih tak sampai ke orang yang dicintai, soal keresahannya karena berkelahi dengan teman di pagi hari, atau ada pantun yang membuat anak-anak semarak, dan puisi puitis yang membuat anak bersorak gemuruh. Lima menit hasil tulisan tersebut dibuat dan berbagai ide mengalir

#LIPI #kependudukan

powered by social2s
Go to top

Artikel terkait