Pada hari Selasa, 14 Mei 2019 Pusat Penelitian Kependudukan LIPI berkesempatan mengadakan diskusi internal penelitian yang sedang berjalan dengan judul “Labour Migration and The Impact of Remmitance on Agricultural and Forest Land”. Penelitian ini dilakukan oleh 4 orang peneliti utama, dua diantaranya menjadi pembicara dalam diskusi internal yaitu Prof. Nancy Peluso dan Dr. Suraya Affif. Penelitian ini dilakukan di beberapa lokasi berbeda di Indonesia dan berfokus kepada bagaimana pemanfaatan lahan, khususnya dalam bidang agrikultur dapat berdampak pada migrasi tenaga kerja.

Pusat Penelitian Kependudukan menjadi mitra pengimbang dalam penelitian ini. Dalam diskusi, Nancy dan Suraya meminta masukan dan saran kepada civitas peneliti di Pusat Penelitian Kependudukan terutama dalam hal studi migrasi untuk mendukung penelitian yang sudah berjalan dua tahun lamanya di Indonesia. Dalam penelitian ini, pendekatan interseksional dipakai dan dilihat melalui beberapa diferensiasi, diantaranya (1) perbedaan kelas ekonomi, (2) perbedaan pengalaman bermigrasi, (3) perbedaan gender, (4) perbedaan generasi, dan (5) akses terhadap lahan. Pemilihan lokasi didasarkan kepada keadaan konsesi pertanian dan/atau perhutanan yang memiliki pengaruh besar terhadap akses masyarakat kepada lahan dan akses masyarakat terhadap pekerjaan.

Dari penelitian yang sudah berjalan kurang lebih dua tahun ini, para peneliti mendapatkan beberapa pokok permasalahan penelitian, yaitu pertama permasalahan urbanisasi. Sekolah atau pendidikan selama ini menjadi salah satu penyebab utama terjadinya urbanisasi, tetapi ketersediaan lapangan kerja juga menjadi salah satu penyebab urbanisasi. Kedua, adanya kesempatan kerja kemudian membentuk pola migrasi yang mencakup aktor yang bermigrasi, alasan bermigrasi dan ke daerah mana saja mereka melakukan migrasi. Ketiga, adanya remitansi. Remitansi atau pengiriman uang kembali ke daerah asal menjadi salah satu fokus dalam penelitian ini. Bagaimana pemanfaatan remitansi bukan sekadar untuk mensejahterakan atau mencukupkan kebutuhan dasar, tetapi bagaimana pemanfaatan remitansi dalam bentuk investasi kepemilikan lahan? Keempat, bagaimana efek yang dirasakan orang-orang setempat yang lahannya menjadi sumber akses pekerjaan bagi masyarakat yang bermigrasi? Tentunya masuknya gelombang masyarakat dari luar daerah akan berdampak juga pada stabilitas penduduk lokal. Kelima, dengan adanya masyarakat yang masuk dan pemanfaatan lahan, bagaimana dengan perubahan landscape yang muncul? Terakhir, melalui aspek kesejarahan, bagaimana periodisasi event politik sejak jaman Belanda juga berpengaruh terhadap pemanfaatan lahan dan perubahannya.

Diharapkan ke depannya, melalui penelitian ini dapat dilihat bahwa studi-studi mengenai pengelolaan lahan atau gerakan agraria tidak hanya berdiri sendiri dan dilihat sebagai suatu kejadian yang soliter. Namun, dampak dari pemanfaatan lahan dapat mempengaruhi pola kependudukan dalam suatu daerah tertentu terkait dengan migrasi pekerja dan investasi di bidang agraria. Semoga penelitian yang masih akan berlanjut dua tahun ke depan ini dapat memberikan sumbangsih pemikiran bahkan kajian baru di bidang ilmu sosial, terutama di bidang agraria dan kependudukan.

Ditulis oleh Irin Oktaviyani - Peneliti di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

powered by social2s
Go to top

Artikel terkait