Yuly Astuti, peneliti dari P2 Kependudukan LIPI mengungkapkan bahwa upaya paling besar dalam penurunan prevalensi stunting berupa intervensi gizi sensitif yang melibatkan berbagai sektor di luar kesehatan seperti ketahanan pangan, ketersediaan air bersih dan sanitasi, penanggulangan kemiskinan, pendidikan hingga sosial.

Sektor kesehatan oleh Kementerian Kesehatan dan BKKBN sudah melakukan upaya pencegahan stunting kepada ibu hamil dan anak dalam program 1000 Hari Pertama Kesehatan, namun intervensi ini hanya berkontribusi kurang lebih 30 persen untuk penurunannya.

Penelitian Yuly di Mataram menunjukkan kasus stunting di kota ini cukup banyak yaitu 37,8%. Salah satu penyebab tingginya stunting di Mataram ditengarai akibat bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Selain peran fasilitas kesehatan, untuk mengatasi permasalahan ini perlu kolaborasi dan partisipasi aktif antara petugas kesehatan, keluarga, dan komunitas.

4.jpg

Diliput oleh: Inayah Hidayati, Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

 

Go to top

Artikel terkait