#Kapus Note 2

 

Sejak tahun 2017 LIPI telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). MoU berbentuk kerjasama pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Pada tataran lainnya, LIPI juga mempunyai MoU dengan Universitas Queensland (UQ) Australia sejak tahun 2012 untuk pendidikan pasca sarjana, peningkatan kapasitas (capacity building) dan penelitian kolaboratif. Kemudian kedua MoU ini menjadi dasar dari kerjasama tiga pihak pihak (trilateral) antara Pemerintah Kabupaten SBD, LIPI dan UQ untuk melakukan kegiatan-kegiatan riset untuk pengembangan dan memecahkan persoalan-persoalan strategis yang terjadi di kabupaten SBD.

Kegiatan trilateral ini dimulai dari scooping mission yang dipimpin oleh Prof.Dr. Helen Ross dari UQ dan Dr. Herry Yogaswara dari LIPI pada bulan Januari 2018. Kegiatan ini dimulai dengan kunjungan ke Bupati Kabupaten SBD, Bappeda dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mendapatkan pemetaan awal dari permasalahan yang ada di Kabupaten Sumba Barat Daya. Kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi desa-desa di beberapa kecamatan Kodi Utara, Kodi Belagar, Wewewa Barat dan sekitarnya. Desa-desa yang dikunjungi memperlihatkan keragaman dari sisi penghidupan masyarakat, yaitu tanaman pangan, perikanan darat perkebunan kopi, dan nelayan.

Hasil kunjungan selama lima hari dan kemudian dilakukan workshop internal yang melibatkan LIPI UQ dan staff Bapelitbangda Kabupaten SBD, pada intinya telah berhasil memetakan persoalan-persoalan penting yang berkaitan dengan malnutrisi, stunting, keragaman etnis, tradisi budaya, persoalan migrasi, mata pencaharian hidup (livelihoods), permasalahan sumber daya dan kesempatan, berbagai sumber konflik, pembangunan pariwisata dan isu tata-kelola. Hasil pertemuan antara LIPI UQ dan pemerintah Kabupaten SBD, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengan beberapa satuan kerja di LIPI untuk yang berpotensi atau telah bekerja di kabupaten SBD.

Kemudian hasil scooping mission dipertajam dengan workshop pertama di kabupaten SBD pada bulan Mei 2018. Workshop pertama ini berjudul “Local Government Interpretation and Implementation of the National Strategy on Reducing Prevalence of Childhood Stunting in he Kabupaten Sumba Barat Daya” tanggal 16 Mei 2018. Workshop menghasilkan tiga temuan utama, yaitu dipetakannya penyebab stunting pada masa kana-kanak di SBD, terpetakannya program-program yang bertujuan untu mengurangi prevalensi stunting pada masa kana-kanak dan integrasi dan kordinasi dari SKPD SBD untuk merespons tantangan stunting pada masa kanak-kanak. Kemudian ketiga pihak bersepakat untuk membuat kegiatan workshop selanjutnya, khususnya untuk isu-isu yang belum banyak dibahas dan pihak-pihak yang belum terlibat dalam kegiatan, khususnya organisasi non-pemerintah (ornop) dan kalangan pengusaha swasta.

sbd.png

Selanjutnya pada tanggal 7 November 2018, dilakukan workshop yang kedua di Kabupaten SBD. Workshop kedua ini mempunyai nilai strategis, karena dilaksanakan setelah dilakukannya Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) yang tema utamanya tentang penurunan stunting, sehingga sudah ada berbagai upaya untuk menurunkan prevalensi stunting di Indonesia melalui suatu rencana aksi nasional.  Workshop kedua ini dihadiri oleh Deputi bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI Dr. Tri Nuke Puji Hastuti dan 4 orang staf peneliti dari P2 Kependudukan LIPI, P2 Kimia LIPI dan Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) LIPI. Dari pihak UQ hadir Prof. Dr. Helen Ross, Prof. Dr. Bill Belotti, Dr. Anna Phelan dan Dr. Sania.

Workshop ini semakin memperjelas fokus kegiatan kerjasama, siapa-berbuat apa, dimana dan caranya. Workshop berhasil mengidentifikasi masalah dan intervensi pada tataran keluaga, komunitas, pemerintah lokal, kondisi ketahanan pangan dan kondisi sosial budaya. Kemudian pihak pemerintah kabupaten SBD, LIPI dan UQ berkomitmen untuk membuat kegiatan di SBD pada tahun 2019-2020.

Selanjutnya pokja WNPG di LIPI mengadakan pertemuan pada tanggal 11 November 2018, didalamnya dibahas pengalaman SBD terkait stunting, kemudian rencana kegiatanb LIPI di SBD yang akan melibatkan bebefrapa satuan kerja dan juga kegiatan Prioritas Nasional (PN) Perlindungan Sosial  yang akan dikelola oleh P2 Kependudukan LIPI. Kegiatan kerjasama penelitian LIPI UQ sebetulnya telah dimulai sejak tahun 2016, yaitu ketika kegiatan unggulan LIPI, “Ketahanan Sosial” dikelola kegiatannnya oleh kedeputian bidang IPSK LIPI, khususnya kordinasi sub kegiatan di P2 Kependudukan LIPI.

Dr Herry Yogaswara. Plt Kepala P2 Kependudukan LIPI

Nara hubung :

Go to top

Artikel terkait