Pada tanggal 11-14 Juli 2018 lalu dua orang peneliti dari tim mobilitas penduduk, yaitu Inayah Hidayati dan Meirina Ayumi Malamassam berpartisipasi pada The 4th Asian Population Association Conference in Shanghai University, China. Kedua peneliti ini berkesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya pada hari Jumat, 13 Juli 2018 waktu setempat. Konferensi yang sudah digelar untuk keempat kalinya ini dibuat untuk membahas permasalahan populasi terkini yang terjadi di dunia, terutama wilayah Asia. Pada kesempatan kali ini, Shanghai University (Asian Demography Research Institute) mendapat kehormatan menjadi tuan rumah bagi terselenggaranya konferensi APA yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali.

Asian Population Association (APA) diinisiasi di Bangkok pada tahun 2008 dengan sekretariat utama Institute for Population and Social Research di Mahidol University, Thailand. Konferensi ini mendiskusikan beragam topik penelitian mengenai populasi yang mencakup kajian Fertilitas, Kesehatan Reproduksi, Mortalitas, Kesehatan Anak, Migrasi, Pengungsi, Penuaan dalam populasi, Kebijakan mengenai tenaga kerja, Pendidikan dan Populasi, kemiskinan, Populasi dan Pembangunan, Isu Gender  and Analisis Demografi Teknik.

WhatsApp Image 2018 07 14 at 14.44.25 1

Asia merupakan benua terbesar di dunia yang juga memiliki jumlah penduduk terbanyak diantara benua-benua lainnya, memiliki keragaman karena memiliki campuran ras yang beragam. Tentunya, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Asia dalam menghadapi fenomena-fenomena kependudukan. Wilayah Utara dan Barat berbatasan dengan Eropa memiliki keuntungannya sendiri dalam hal ekonomi dan kemajuan teknologi. Percampuran teknologi dan pengetahuan antara Eropa dan Asia menciptakan strategi adaptasi tersendiri dalam menyikapi fenomena kependudukan. Wilayah Timur seperti Korea Selatan dan Jepang juga memiliki corak yang unik dengan budaya populer yang membuat arus masuk pendatang pada wilayah-wilayah tersebut. Wilayah Selatan dan Tenggara yang berbatasan dengan laut dan samudera, memiliki keberagaman dengan percampuran budaya melayu, india, dan china dan permasalahan kependudukan yang tentunya berbeda dengan wilayah di benua lain, misalnya mengenai peerja migran yang berasal Filipina dan Indonesia.

Pada kesempatan kali ini, Inayah Hidayati memilih topik penelitian mengenai migrasi dengan judul penelitian The Role of Social Media on Migration Decision-Making Processes of Indonesian Highly Skilled Migrant in The Middle East Countries. Melalui kajian ini Inayah mengemukakan bahwa media sosial memiliki peranan dalam mempengaruhi proses migrasi yang dilakukan migran berpendidikan tinggi ke negara-negara timur tengah. Kajian ini menunjukan bahwa migran akan mencari informasi terkait daerah tujuan sebelum memutuskan untuk bermigrasi melalui koneksi pertemanan mereka yang ada di sosial media, dalam kajian ini adalah Facebook. Kajian ini menyajikan hasil riset kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam dan studi literatur.

Meirina Ayumi Malamassam mengangkat penelitian Student Migration and Subsequent Movement Behaviour: Case of Sleman District, Indonesia. Melalui penelitian ini, Ayumi menyatakan bahwa sebagian besar pemuda Indonesia melakukan migrasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Hal yang menjadi menarik kemudian adalah setelah para pemuda ini melakukan migrasi untuk mendapatkan pendidikan tinggi, sepertiga dari mereka menyatakan keinginan untuk menetap di tempat tersebut. Penelitian Ayumi kali ini menganalisis data survei yang diambil di Sleman yang merupakan bagian dari penelitian tim mobilitas penduduk dari Pusat Penelitian Kependudukan LIPI. Perilaku menetap dari para pemuda yang awalnya bertujuan untuk memperoleh pendidikan tinggi namun kemudian ingin menetap di Sleman ini menjadi menarik. Pasalnya keberadaan para pemuda migran ini akan mempengaruhi jumlah kesempatan kerja di Sleman, di samping itu penting untuk dilihat bahwa distribusi peluang kerja yang tidak merata menjadi salah satu penyebab keinginan mereka untuk menetap.

Kajian kependudukan akan selalu berkembang seiring berkembangnya jaman. Pengaruh kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan akan memaksa manusia untuk berdaptasi untuk bisa bertahan hidup. Permasalahan tempat tinggal, pengungsian, hak hidup, jati diri dan pendidikan menjadi topik-topik utama dalam kajian kependudukan. Melalui penelitian-penelitian kajian kependudukan diharapkan para pemegang kekuasaan dan kepentingan dapat melihat kepada permasalahan yang terjadi dari segala aspek demi terciptanya keseimbangan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

(Diliput oleh Irin Oktaviyani, Kandidat Peneliti di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI)

PPK LIPI on Twitter

Go to top

Artikel terkait