Tenaga Kerja Dalam Transformasi Digital Pada UMKM:

Kesempatan  dan Kualitas Tenaga Kerja

 

Perubahan teknologi yang begitu cepat pada akhirnya berpengaruh terhadap proses produksi dan distribusi. Lebih lanjut perubahan teknologi internet yang memasuki revolusi industri tahap ke empat yang didukung dengan adanya perubahan internet yang cukup massif. Adanya revolusi keempat berupa internet ini berpengaruh terhadap pekerjaan di berbagai sektor. Salah satu sektor yang terpengaruh yaitu di Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Untuk mengetahui lebih lanjut kondisi UMKM dalam era digital maka tim DIPA Ketenagakerjaan pada tahun 2017 melakukan penelitian. Adapun judul dalam penelitian tahun 2017 adalah Tenaga Kerja Dalam Transformasi Digital Pada UMKM: Kesempatan Dan Kualitas Tenaga Kerja. Penelitian ini merupakan rangkaian penelitian selam 3 tahun yang rencananya sampai tahun 2019.

Kemudian untuk mengetahui hasil penelitian tahun 2017, maka tim penelitian DIPA Ketenagakerjaan melakukan seminar hasil pada 2 November 2017. Dalam seminar terbagi ke dalam tiga sesi. Sesi pertama pemaparan hasil yang disampaikan oleh Triyono sebagai koordinator tim. Kemudian dilanjutkan sesi kedua adalah pembahasan oleh Dr. Sofian Lusa dari Universitas Budi Luhur dan terakhir adalah sesi tanya jawab. Dalam seminar ini dimoderatori oleh peneliti senior bapak Soewartoyo.

Dalam sesi pertama ini, Triyono menyampaikan bahwa digitalisasi pada UMKM tidak berdampak terhadap pengurangan angkatan kerja. Disisi lain digitalisasi berupa internet telah memperluas lapangan kerja. Hal ini terjadi karena internet telah membuka peluang usaha baru tercipta. Disisi lain kualitas tenaga kerja belum memiliki skill yang cukup mumpuni untuk bersaing dalam pasar kerja. Kemudian kualitas pengusaha sebagian sudah memiliki cukup pendidikan dan keterampilan. Disisi lain keterampilan pengusaha sebagian diperoleh karena warisan dari leluhur.  

Setelah sesi pertama selesai maka selanjutnya sesi pembahasan. Dalam pembahasannya Dr Sofian Lusa menyampaikan bahwa telah terjadi perubahan pekerjaan. Saat ini internet telah membuka lapangan kerja baru. Namun disisi lain juga telah mengurangi pekerja. Disisi lain konektivitas internet juga mempengaruhi UMKM untuk bersaing. Pada tahun 2019 dengan adanya palapa ring maka akan meningkatkan konektivitas. Hal ini akan menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memanfaatkan momentum tersebut. Disisi lain kebutuhan akan tenaga kerja yang terampil khususnya dalam komputer dan internet sangat tinggi dan dicari. Lebih lanjut Dr Sofian Lusa mengatakan persaingan tenaga kerja ke depan bukan hanya masalah pendidikan semata, namun yang terampil dan kreatif. Seperti google tidak lagi mencari karyawan berdasarkan title semata namun pekerja yang kreatif. Tenaga kerja yang dicari antara lain memiliki  kriteria kemampuan mengelola diversity, engage diverse talent, kemampuan menyelesaikan pekerjaan yang kompleks dan hak paten.

Setelah sesi masukan dari pembahas maka sesi selanjutnya adalah sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam sesi ini dibuka oleh Makmuri Soekarno. Makmuri Soekarno menyampaikan ada kejajaran yang sama dengan yang disampaikan oleh Triyono bahwa industri akan menyerap tenaga kerja yang banyak. Namun disisi lain penyiapan tenaga kerja, penelitian lingkungan belum sepenuhnya struktur dan belum lengkap. Dalam hal ini perlu melihat lingkungan semuanya. Kelemahan utama lengkap tidaknya lingkungan dalam perluasan kesempatan kerja. Lebih lanjut Makmuri Soekarno bertanya pendidikan seperti apa yang dibutuhkan untuk tingkat SMA? Dalam kesempatan ini narasumber  Dr. Sofian Lusa mengatakan bahwa kemampuan analitik yang dibutuhkan. Oleh karena itu kemampuan analitik harus dilatih sedini mungkin. Negara India salah satu contoh yang berhasil. Jika melihat daya saing Indonesia masih kurang misalnya saja dalam perbandingan SKKNI kurang lengkap.

Setelah penjelasan dari Dr. Sofian Lusa dilanjutkan dengan tanya jawab. Dalam kesempatan ini, peserta diskusi yaitu Laksmi bertanya apakah  dalam persaingan dan kesempatan melihat gender masuk tidak? Dalam melihat ini Dr. Sofian Lusa mengatakan bahwa gender tahun 2030 hampir sama dan posisi terbuka. Setelah sesi pertanyaan ini banyak dimanfaatkan oleh peserta untuk menggali lebih jauh khususnya kepada narasumber mengenai tantangan daya saing tenaga kerja ke depan.

Suasana diskusi bergitu hidup. Salah satu yang menarik adalah pertanyaan dari Titik Handayani, bagaimana dengan penyiapan tenaga kerja? Dalam kesempatan ini DR. Sofian Lusa mengatakan era industri digital hampir bersamaan karena internet belum lama berdiri. Disisi lain negara kita  pasti kena imbasnya dan  yang paling unggul adalah yang cepat adopsi. Oleh karena itu kolaborasi sangat penting, disisi lain perjumpaan para dosen, regulator dalam memanage mahasiswa agar memiliki pengetahuan masa depan yang sangat baik. Dalam sesi diskusi tanya jawab ini sangat menarik. Apalagi di dalam diskusi ini juga dilontarkan tantangan digital sudah berdampak terhadap ketenagakerjaan. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Bayu Aji bahwa  petugas jalan tol di PHK karena digitalisasi. Dalam melihat ini Dr. Sofian Lusa mengatakan bahwa pemerataan akses dan share ekonomi betul. Disisi lain PHK karena dampak digitalisasi belum ada solusi namun fase itu harus dimasuki.

 

 

Diliput oleh: Triyono

Peneliti Ketenagakerjaan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

PPK LIPI on Twitter

Go to top

Artikel terkait