Workshop Transformasi Ekonomi Digital Di UMKM

Perubahan industri telah melanda berbagai belahan di dunia. Perubahan-perubahan industri biasanya diikuti dengan perubahan pola-pola kehidupan dalam bekerja, sosial dan ekonomi. Salah satu perubahan saat ini adalah dengan adanya tranformasi ekonomi digital yang diakibatkan oleh perluasan jaringan internet. Jaringan internet ini telah digunakan dalam berbagai macam pekerjaan dan beragam jenis industri. Salah satu industri yang terdampak adalah di Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM). Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai dampak jaringan internet baik dalam penggunaan di industri, maupun kesempatan dan kualitas tenaga kerja maka tim DIPA Ketenagakerjaan melakukan penelitian ini pada tahun 2017-2019. Di tahun pertama ini dengan judul Tenaga Kerja Dalam Tranformasi Ekonomi Digital Pada UMKM: Kesempatan dan Kualitas Tenaga Kerja. Dalam penelitian tahun pertama ini mengambil lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Kota Bandung Jawa Barat. Untuk lebih mendetailkan dan memfokuskan temuan lapangan sekaligus untuk menyiapkan seminar akhir maka tim DIPA Ketenagakerjaan melakukan workshop. Adapun workshop ini dilaksanakan hari Selasa Tanggal 24 Oktober 2017.

Dalam acara wokrhop tersebut terbagi menjadi tiga sesi yaitu presentasi dari tim, pembahasan dan terakhir sesi diskusi. Pada sesi pertama berupa presentasi disajikan oleh Triyono mewakili tim. Dalam pemaparannya, Triyono mengatakan bahwa Industri Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) telah menggunakan internet. Penggunaan internet tersebut dapat terbagi ke dalam kelompok besar yaitu penggunaaan internet sebagai basis produksi hingga pemasaran, dan kedua penggunaan internet hanya sebagai alat untuk promosi atau pemasaran semata. Kemudian temuan di kedua lokasi, bahwa penggunaan internet di UMKM ini telah mendorong tumbuhnya kesempatan kerja baru. Hal ini karena adanya permintaan produk yang meningkat. Disamping itu karena adanya jaringan internet ini mendukung munculnya usaha-usaha baru.

Setelah penyampaian dari tim, sesi kedua adalaha masukan dari pembahas yang dalam hal ini disampaikan oleh bapak Sonny Hendra, ST,M.MT dari Kementerian Informasi Dan Informatika. Beberapa masukan dari beliau diantarannya bahwa tantangan program pemerintah saat ini adalah kurangnya literasi digital untuk UMKM, merubah sudut pandang konsumen untuk belanja online dan tantangan ketiga adalah hanya  5% produk UMKM lokal yang masuk pasar online, sementara 95% adalah produk-produk dari luar. Dengan demikian tantangannya adalah go online itu untuk siapa?  

Setalah penyampaian dari bapak Sonny kemudian ketiga adalah diskusi dan tanya jawab. Dalam sesi ini muncul pertanyaan skill apa ke depan yang dibutuhkan, dan bagaimana penggunaan online tersebut di pertanian. Narasumber menyatakan bahwa perlu skill kompetisi IT yang mumpuni agar mampu bersaing dalam pasar global. Kemudian penggunaan internet dalam pemaaaran pertanian telah dilakukan untuk mempertemukan antara konsumen dengan petani.

Diliput oleh Triyono Peneliti Ketenagakerjaan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

PPK LIPI on Twitter

Go to top

Artikel terkait