Seminar Rancangan Penelitian

Kelompok Penelitian Keluarga dan Kesehatan 2017

Puguh Prasetyoputra*

Pada hari Senin, 13 Maret 2017, Kelompok Penelitian (Kelti) Keluarga dan Kesehatan mengadakan Seminar Rancangan Penelitian. Di kelompok ini terdapat tiga tim kecil yaitu Tim Remaja, Tim Ibu-Anak, dan Tim Lansia sehingga seminar ini dibagi menjadi tiga sesi.

Seminar dibuka dengan pengantar yang dibawakan oleh Dr. Augustina Situmorang selaku kepala Kelti sekaligus sebagai moderator mengenai perkembangan penelitian dari tahun 2015 sampai dengan sekarang. Selain itu Dr. Situmorang juga menjelaskan dasar dibentuknya ketiga tim dan perbedaan antar ketiganya.  Tahun ini merupakan tahun penelitian ketiga dimana ketiga tim akan melakukan pengumpulan data kuantitatif melalui survei. Total responden akan berjumlah sebesar 1200 orang yang terdiri dari 400 remaja, 400 ibu dengan anak usia 2 tahun ke bawah, dan 400 lanjut usia. Selain itu Dr. Situmorang juga menjelaskan dasar dari pemilihan Kota Medan sebagai lokasi penelitian.

Sesi pertama seminar diisi oleh Tim Remaja yang terdiri dari Dr. Augustina Situmorang, Zainal Fatoni, dan Puguh Prasetyoputra. Tahun ini Tim Remaja mengusung tema “Determinan Remaja Berkualitas di Era Globalisasi.” Pembahas untuk tim ini adalah Dini Dachlia dari Pusat Penelitian Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. Zainal mengawali presentasi dengan menjelaskan metode survei ketiga tim secara umum dan metode pemilihan sampel.

Kemudian Zainal mengemukakan bahwa pada satu sisi, remaja merupakan bagian penting dari penduduk karena beberapa alasan. Pertama, satu dari empat penduduk Indonesia merupakan remaja (berusia 10-24 tahun). Kedua, remaja merupakan agen perubahan dan generasi penerus. Namun, di sisi lain, usia remaja merupakan usia yang rentan dimana terjadi perubahan-perubahan secara biologis, psikologis, dan sosio-demografis. Tim remaja mengadaptasi pendekatan ekologi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai kerangka teori untuk melihat determinan kesehatan dan perkembangan remaja. Kemudian Tim Remaja mendapat masukan dari pembahas.

Seminar dilanjutkan dengan sesi kedua yang diisi oleh Tim Lansia. Tim ini terdiri dari Dewi Harfina dan Deshinta Vibriyanti. Dewi membawakan presentasi dengan judul “Determinan Kualitas Hidup Lansia di Era Globalisasi.” Rancangan penelitian tim ini akan dibahas oleh Dr. Lilis Heri Mis Cicih dari Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia. Dewi mengutarakan bahwa proporsi penduduk lansia di Indonesia cenderung terus meningkat. Lansia termasuk kelompok yang rentan secara kesehatan, ekonomi, psikologis, dan sosial. Untuk itu, lansia perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan isu-isu terkait lansia sangat penting untuk diteliti, terutama yang terkait dengan kualitas hidup lansia. Tim ini akan menggunakan instrumen Older’s People Quality of Life (OPQOL-35) dalam survei. Kemudian Tim Lansia mendapat masukan dari pembahas.

Sesi ketiga dari seminar ini diisi oleh Tim Ibu-Anak dengan Yuly Astuti sebagai presenter dan Widayatun sebagai anggota tim. Yuly membawakan presentasi dengan judul “Determinan Sosial Perilaku Kesehatan Ibu Maternal di Era Globalisasi.” Tim ini mengundang dr. Teti Tejayanti, MKM, sebagai pembahas. Yuli memulai dengan menjelaskan latar belakang pentingnya meneliti perilaku kesehatan ibu dan pola pengasuhan anak. Selain itu dia juga menekankan pentingnya memasukkan aspek globalisasi (dalam bentuk teknologi informasi dan komunikasi) dalam melihat perubahan perilaku kesehatan ibu dan pola pengasuhan anak. Tim ini menggunakan Model “Pelangi” Sosial Ekologi dari Dahlgren  & Whitehead (1991). Kemudian Tim Ibu-Anak mendapat masukan dari pembahas. Sesi terakhir diisi dengan diskusi dengan seluruh peserta yang hadir.

*) Peneliti Junior di Pusat Penelitian Kependudukan LIPI.

Terpopuler

PPK LIPI on Twitter

Go to top

Artikel terkait