Kelapa Sawit dan Kesejahteraan

Diliput oleh: Triyono*

 

Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman unggulan pemerintah. Salah satu daerah yang memiliki wilayah yang cukup luas adalah Provinsi Sumatera Selatan. Kemudian bagaimana dengan capaian kesejahteraan di tingkat pekerja sawit. Untuk mengetahui hal tersebut maka tim Sumber Daya Manusia Ketenagakerjaan melakukan penelitian dengan judul “Mobilitas Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Pekerja Di Perkebunan Kelapa Sawit Di Sumatera Selatan.” Adapun anggota tim ini di koordinatori oleh Ngadi dengan  anggota Andy Ahmad Zaelany dan Soewartoyo.

Kemudian hasil penelitian tersebut diseminarkan pada Hari Rabu 16 November 2016. Adapun sebagai penyaji adalah Andy Ahmad Zaelany, moderator Soewartoyo dan pembahas adalah bapak deri dari Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit. Dalam pemaparannya Andy Ahmad Zaelany, menguraikan kebijakan pemerintah terhadap perkebunan kelapa sawit. Kemudian dilanjutkan dengan sejarah kelapa sawit. Lebih lanjut Andy mengungkapkan bahwa tahun 1980 luas lahan kelapa sawit di Sumatera Selatan hanya 9 Ha. Kemudian meningkat tajam pada tahun 2013 dengan luas lahan mencapai 928.225 Ha. Pemerintah melihat bahwa kelapa sawit sebagai tanaman komersial yang menjadi pendongkrak perekomian negara. Di sisi lain petani juga mampu mandiri untuk membuka lahan perkebunan kelapa sawit sendiri.

 

20161116 Ketenagakerjaan02

Foto: Suasana Seminar Kelapa Sawit Dan Kesejahteraan Pekerja

Sumber: Tim Website PPK LIPI 2016

 

Kemudian berkaitan dengan Undang-Undang Perkebunan No.18/2004. Tahun 2007, dikeluarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 26 Tahun 2007 berhubungan dengan luas lahan 100 Ha. Kemudian beberapa isu utama kelapa sawit: masalah kebijakan, perhatian terhadap pekebun kecil, single manajemen, eskpansi dan replanting, masalah kelembagaan dan pengolahan sawit. Permasalahan pohon sawit dan problem replanting. Pemeirntah memberikan dana replanting sebesar 25 juta/Ha.

Lebih lanjut penyaji mengungkapkan lokasi dan fokus kajian adalah mobilitas tenaga kerja serta pengembagan PIR trans di Kecamatan Bayung Lencir. Ada anggota petani yang tidak masuk anggota KUD karena berbagai alasan. KUD menjadi kunci, namun problem utama banyak KUD yang tidak berjalan. Kemudian dalam sesi selanjutnya adalah masukan dari pembahas dalam hal ini oleh Bapak Deri dari Badan Pengelola Dana Perkebunan.

Dalam bahasannya, pak deri menyampaikan bahwa badan ini memiliki fungsi mengelola dana perkebunan kelapa sawit. Tugas lain dari badan tersebut adalah mendukung replanting yang dilakukan petani, selain itu mengkampanyekan mengenai perkebunan sawit. Disamping itu juga berperan dalam mendukung penelitian yang bermanfaat dalam industri kepala sawit. Setelah pemaparan dari pembahas selesai maka selanjutnya adalah diskusi dan pertanyaan dari peserta seminar. Adapun beberapa pertanyaan yang muncul diantaranya mengenai permasalahan tujuan dan rumusan masalah belum jelas. Kemudian di sisi lain adalah judul dengan yang dipaparkan tidak sinkron. Mengenai hal ini tim menyatakan bahwa semua masukan akan dibahas di tingkat tim demi sempurnanya laporan hasil penelitian. Di akhir acara tim mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta, narasumber yang telah memberikan masukan kepada tim.

 

*Peneliti Ketenagakerjaan, Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

Terpopuler

PPK LIPI on Twitter

Go to top

Artikel terkait