EKONOMI

 

Syafril Amir

Senin, 11 Mei 2020 12:54 WIB

Screen_Shot_2020-05-13_at_08.58.32.png


JAKARTA, HALUAN.CO - Penggunaan tenaga kerja asing dari investor asing yang masuk ke Indonesia sebenarnya memberikan peluang kepada tenaga kerja Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan daya saing melalui alih teknologi dan pengetahuan.

Mengapa ini penting: Masih banyak pekerja Indonesia yang bekerja di perusahaan multinasional yang mempekerjakan TKA yang masih belum mendapatkan manfaat dari kebijakan ini secara optimal.

Konteks:

• Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

• Setiap pemberi kerja TKA wajib menunjuk tenaga kerja Indonesia sebagai tenaga kerja pendamping.

• Melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga pendamping sesuai dengan kualifikasi jabatan yang diduduki TKA.

Apa katanya: “Namun kajian empiris memperlihatkan bahwa penunjukkan tenaga kerja Indonesia sebagai pendamping TKA hanya untuk memenuhi kebutuhan administrasi atau hanya formalitas saja,” kata Ade Latifa, peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI.

Studi kasus: Penelitian dilakukan di Batam dan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau dengan menemukan persoalan yang acapkali dikemukakan tenaga kerja Indonesia yang menjadi pendamping.

• Tidak adanya kejelasan mengenai lama waktu pendampingan.

• Tidak jarang ditemukan kasus TKA yang sudah 10 tahun menduduki jabatan tertentu.

• Tidak adanya kejelasan karir yang dapat menurunkan motivasi pekerja Indonesia.

• Pengawas ketenagakerjaan tidak memiliki acuan yang jelas tentang pengawasan khususnya mengenai pendampingan dan alih teknologi.

Rekomendasi:

• Perlu ditinjau kembali peraturan alih teknologi, terutama penetapan jangka waktu pendampingan.

• Perlu dilakukan penguatan kesepakatan dengan perusahan Penanaman Modal Asing untuk pelaksanaan alih teknologi melalui skema pendampingan.

• Optimalisasi pengawasan pusat yang bersinergi dengan pengawas di daerah.

powered by social2s
Go to top

Artikel terkait