Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah saat ini tengah gencar menggaungkan revolusi industri 4.0, sebagai cara hidup baru di lini kehidupan masyarakat Indonesia.

Dengan adanya revolusi tersebut maka terjadi perkembangan informasi dan teknologi serta transformasi digital (digitalisasi) yang memengaruhi berbagai sektor kehidupan.

Tak terkecuali terdampak pula pada tenaga kerja yang mau tidak mau harus dihadapkan pada perubahan kondisi pasar kerja.

Dalam hal ini perubahan teknologi digital tersebut mengakibatkan perubahan cara-cara bekerja dari manual menjadi otomatis dan memungkinkan untuk dilakukan secara digital dan terintegrasi.

Tak lain artinya tenaga kerja di sektor industri pun merupakan satu di antara sektor yang terpapar dampak digitalisasi tersebut yang dapat merubah kondisi pasar tenaga kerja.

Devi Asiati, Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, mengatakan digitalisasi berdampak pada perubahan kegiatan melalui alat, terutama sektor industri dengan adanya digitalisasi mengubah pula kondisi kinerja dan tenaga kerja.

Screenshot_2018-12-07_at_21.02.38.png

Bahwa transformasi digital pada industri pun mengakibatkan perubahan produksi dan relasi tenaga kerja, termasuk teknologi, pemasaran, bahan baku dan tenaga kerja.

Berdasarkan data perkembangan jumlah tenaga kerja pada UMKM dan Industri Besar (IB), menunjukkan terjadi diferensiasi pertumbuhan.

Sebagaimana yang diketahui saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia secara pesat terjadi di sektor UMKM (industri kecil).

Khususnya terjadi kecenderungan peningkatan rata-rata 2% per tahun pada sektor industri manufaktur, perdagangan, rumah makan, jasa akomodasi dan jasa kemasyarakatan sosial.

Karena hal itu pula perkembangan tenaga kerja di sektor UMKM saat ini pun mengalami perubahan dan daya minat meningkat, tercatat sejak 2013 sampai 2018 ini.

Berbanding terbalik dengan penyerapan tenaga kerja formal (industri besar) yang mengalami kecenderungan menurun, sebaliknya peningkatan pada sektor informal (UMKM).

Pada industri besar transformasi digital berdampak pada otomatisasi alat produksi, yang berarti terjadi penggantian mesin produksi dari mesin manual ke mesin digital.

Dengan penggunaan mesin digital, maka tenaga kerja lebih sedikit dibutuhkan. Semisal jenis mesin packing yang biasanya manual bisa membutuhkan 15 orang per mesin, tapi digital hanya 10 orang yang dibutuhkan per mesin. Hal itu juga akan terjadi pada jenis-jenis mesin lainnya.

Karena hal itulah kemudian berdampak pengurangan tenaga kerja yang dilakukan secara bertahap.

Demikian sementara itu otomatisasi alat produksi pun mestinya membutuhkan tenaga kerja dengan skill yang lebih tinggi, kenyataannya tenaga kerja yang ada justru kurang memiliki keahlian dalam menjalankan peralatan yang serba digital tersebut.

"Karena sektor industri sebagai tolok ukur perubahan pada alat-alat industri lebih diperbanyak, kemudian SDM dikurangi maka terjadi strategi PHK," ujar Devi Asiati, saat ditemui Tribun Jabar si Kantor Yayasan Akatiga, Jumat (7/12/2018).

Devi menjelaskan dampak transformasi digital pada sektor industri antara industri besar dan industri kecil (UMKM) seperti dua kutub yang saling menjauh.

Pada industri besar manufaktur mengalami guncangan kerena otomatisasi peralatan industri dan digitalisasi sehingga berakibat pada PHK.

Adapun sementara pada UMKM justru tengah meningkat, karena era digital menciptakan rantai pasar baru dan meningkatkan pula produksi maka terjadi penciptaan kesempatan kerja.

Demikianlah tak heran saat ini masyarakat telah banyak tumbuh pada komunitas-komunitas usaha digital, teknologi digital tumbuh baik seperti halnya pada start up dan wirausaha muda baru yang melibatkan banyak tenaga kerja.

Di antaranya kerajinan pangan, makanan, musik digital, games, jasa akomodasi dan lain sebagainya.

Devi menyimpulkan UMKM di era digital bisa dikatakan sebagai new development, ketimbang dari disrupsi yang terjadi.

"Memang belum dapat dikatakan bahwa pada era digital ini, UMKM justru berperan seperti bantalan krisis dari disrupsi. Tetapi perkembangan UMKM di sisi pasar, produksi, penyerapan tenaga kerja dan penciptaan lapangan tenaga kerja bagi PHK, tampaknya tidak berlebihan jika dikatakan demikian," paparnya.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Revolusi Industri 4.0 Ubah Kesempatan Kerja, Digitalisasi Jadi Kata Kunci, http://jabar.tribunnews.com/2018/12/07/revolusi-industri-40-ubah-kesempatan-kerja-digitalisasi-jadi-kata-kunci?page=all.

Penulis: Hilda Rubiah 

Editor: Ichsan

Go to top

Artikel terkait