Jika melihat riwayat gempa di Indonesia sejak beberapa dekade lalu, tampak bahwa semua pulau di Indonesia pernah dilanda gempa. Jadi, bisa disimpulkan bahwa selama ini penduduk Indonesia hidup bersama gempa dan tidak ada satu pun wilayah di Indonesia yang benar-benar aman dari gempa. 

Meski begitu, ada satu pulau besar di Indonesia yang relatif jauh lebih sedikit diguncang lindu dibanding pulau-pulau besar lainnya di Nusantara, yakni Pulau Kalimantan.

Dari peta riwayat gempa di Indonesia yang dibuat oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di atas, dapat terlihat jelas bahwa Kalimantan memang memang merupakan pulau yang relatif “sepi” dilanda gempa dibanding pulau-pulau lainnya.

Hal ini juga diamini oleh Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurutnya, wilayah Kalimantan memang memiliki kuantitas gempa yang lebih rendah dibanding wilayah lainnya. 

Namun begitu Daryono juga memberi catatan. “Iya (Pulau Kalimantan terlihat paling sedikit diguncang gempa), tetapi Kalimantan bagian timur dari Balikpapan ke utara, sampai Tarakan sampai Nunukan itu sebenarnya banyak gempa. Kemudian di Kalsel dan di Kalbar juga ada gempa tapi kecil-kecil,” ujar pemilik gelar doktor ilmu geografi dari Universitas Gadjah Mada itu kepada kumparanSAINS, Ahad (7/10).

Jadi menurutnya, tidaklah sepenuhnya benar bahwa Kalimantan itu aman dari gempa karena BMKG juga punya banyak catatan gempa di sana.

Mana Pulau yang paling rawan gempa?

Peneliti di research cluster ekologi manusia di Pusat penelitian kependudukan LIPI, Dwiyanti Kusumaningrum, pernah melakukan pengolahan data secara mandiri untuk mengetahui riwayat kejadian lindu di Indonesia. 

Saat mengambil studi magister di program double degree bidang Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana di Universitas Gadjah Mada dan University of Twente pada 2013 lalu, Dwiyanti atau yang akrab disapa Yanti ini pernah mengolah data jumlah gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia dalam kurun waktu 1973 sampai 2013. 

Data gempa bumi tersebut ia dapat dari United States Geological Survey (USGS), Badan Geologi Amerika Serikat. Hasilnya, ia menemukan bahwa dalam kurun waktu 40 tahun itu di wilayah Indonesia pernah terjadi 75.336 gempa berkekuatan sama dengan atau lebih dari 4 magnitudo.

 

dwiyanti.png

Lebih spesifik lagi, dari puluhan ribu gempa itu, ada 7 gempa berkekuatan 8 magnitudo atau lebih, 124 gempa berkekuatan antara 7 hingga 7,9 magnitudo, dan 1.062 gempa berkekuatan antara 6 hingga 6,9 magnitudo. 

Selain mengelompokkan data jumlah gempa per kekuatannya, Yanti juga mengelompokkan jumlah gempa per wilayah pulau-pulau di Indonesia. Bersama Uzlifatul Azmiyati yang kini menjadi dosen teknik lingkungan di Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat, Yanti saat itu mengelompokkan data puluhan ribu gempa itu ke dalam tujuh kategori wilayah.  

“Kalau yang di atas 6 magnitudo, ini datanya: Sumatera 163 kejadian, Jawa 46, Bali-Nusa Tenggara 118, Sulawesi 97, Maluku 164, Papua 125,” tutur Yanti melalui pesan singkat kepada kumparanSAINS.

Berdasarkan angka-angka tersebut, terlihat bahwa Maluku merupakan pulau yang paling banyak dilanda gempa berkekuatan 6 magnitudo atau lebih. Meski begitu, jumlah gempa di sana hanya satu kali lebih banyak dari jumlah kejadian gempa berkekuatan sama di Pulau Sumatera dalam periode 40 tahun tersebut. 

Selain itu, Pulau Papua, Bali-Nusa Tenggara, dan Sulawesi juga merupakan wilayah yang banyak diguncang gempa besar. Begitu pun Jawa yang dengan catatan adanya 46 gempa berkekuatan 6 magnitudo atau lebih dalam 40 tahun, maka rata-rata dalam setahun setidaknya ada satu sampai dua gempa besar yang melanda pulau ini.

Menanggapi rentannya wilayah Indonesia untuk diguncang gempa, Daryono mengimbau masyarakat agar tahu cara menghadapi gempa. “Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, itu risiko kita tinggal di daerah aktif gempa” ujarnya.

Go to top

Artikel terkait