Judul : Pengelolaan Bencana Berbasis Gender : Pembelajaran Dari Gempa Bantul 2006
Penulis : Deny Hidayati, Widayatun, Inayah Hidayati
Editor : Deny Hidayati
Penerbit : Dian Rakyat
Tahun : 2012
ISBN : 978-979-078-443-7


bencana berbasis genderBuku ini merupakan hasil kajian dari Proyek Multidisiplinary Hazzard Reduction from Earthguake and Vulcanoes in Indonesia kerjasama antara LIPI - UGM - Nagoya University - Nara University. Fokus kajian buku ini memaparkan seberapa jauh peran gender dalam penyelamatan dan evakuasi korban, terutama pemenuhan kebutuhan pangan, pelayanan kesehatan dan tempat tinggal sementara/pengungsian, rahabilitasi dan rekonstruksi rumah, serta pemenuhan kebutuhan khusus perempuan dan kelompok rentan dan manajemen pengungsian. Disamping masalah tersebut, buku ini juga mengulas peran gender dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan dan program penanganan bencana.


Peran gender dalam penanganan pasca bencana di Kabupaten Bantul bervariasi menurut penanganan bencana. Peran gender cukup tinggi ketika penanganan bencana dilakukan oleh warga sendiri, terutama pada masa kritis 1-7 hari pasca gempa, sebelum pemerintah dan donor lain tiba di lokasi bencana. Tetapi, peran gender menjadi berkurang ketika penanganan bencana telah didominasi oleh pemerintah dan donor/stakeholders lain. Kondisi ini diindikasikan dari minimnya akses dan keterlibatan warga perempuan dan laki-laki dalam penanganan bencana dan kurangnya kebijakan dan program penanganan bencana yang sensitif gender.


Akses dan keterlibatan warga, perempuan dan laki-laki, bervariasi menurut bentuk kegiatan dalam penanganan pasca bencana. Peran perempuan dalam penyelamatan dan evakuasi korban bencana masih sangat terbatas, karena kegiatan ini masih dipersepsikan sebagai ‘domain’ pekerjaan laki-laki. Peran laki-laki karena itu sangat krusial, terutama pada saat dan sesaat setelah terjadi bencana. Peran ini kemudian cenderung berkurang dan digantikan oleh Tim SAR, PMI, aparat TNI dan relawan lainnya.


Akses dan keterlibatan perempuan dan laki-laki cukup berimbang dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Tetapi di Kabupaten Bantul masih berlaku kearifan lokal yang sangat positif dalam penanganan bencana, yaitu memberikan prioritas bagi warga yang lebih membutuhkan. Pendistribusian bantuan pangan didahulukan pada keluarga yang lebih membutuhkan, seperti keluarga janda, keluarga yang punya anggota keluarga termasuk kelompok rentan dan keluarga miskin.


Keterlibatan perempuan dan laki-laki dalam pemenuhan pangan bervariasi menurut kebiasaan masyarakat sehari-hari. Perempuan terlibat pada kegiatan memasak, sedangkan laki-laki bertugas mengumpulkan bahan pangan (seperti beras, mie instan, minyak dan gula). Laki-laki mengangkut bantuan pangan yang diterima dan mendistribusikannya pada warga, sedangkan perempuan melakukan kegiatan yang lebih ringan dan memerlukan ketelitian, seperti mendata bantuan dan membagi-bagi bantuan dalam kemasan/satuan yang lebih kecil, seperti per kantong plastik.


Akses dan keterlibatan warga perempuan dan laki-laki dalam pelayanan kesehatan juga masih terbatas, karena memerlukan peralatan dan keterampilan serta keahlian khusus. Sebagian laki-laki mengevakuasi korban ke tempat-tempat yang lebih aman dan/atau ke puskesmas/klinik atau rumah-rumah sakit terdekat. Beberapa warga laki-laki dan perempuan juga membantu perawat atau bidan desa/kelurahan membersihkan luka atau tubuh korban, dan menyiapkan peralatan-peralatan seadanya.


Sedangkan pendirian tempat-tempat berlindung sementara dan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah didominasi oleh warga laki-laki. Kegiatan ini merupakan ‘domain’ pekerjaan laki-laki. Tetapi tempat berlindung dan/atau rehabilitasi/rekonstruksi rumah diutamakan untuk keluarga yang lebih membutuhkan, seperti keluarga janda-janda, keluarga yang punya anggota keluarga termasuk kelompok rentan dan keluarga miskin.


Perempuan masih kurang mendapat akses untuk memenuhi kebutuhan khusus perempuan, terutama pada masa kritis darurat bencana tiga sampai seminggu setelah gempa. Perempuan juga kurang berperan dalam pengelolaan tempat pengungsian, seperti mengatur tata letak tempat pengungsian, membuat sekat-sekat pemisah antara laki-laki dan perempuan atau sekat untuk keluarga-keluarga, seperti sekat-sekat di kamar rumah sakit, atau pemisahan MCK laki-laki dan perempuan.


Hasil kajian mengungkapkan bahwa penanganan pasca gempa di Kabupaten Bantul masih kurang sensitif gender. Gambaran ini diindikasikan oleh belum dipilahnya data korban bencana menurut jenis kelamin dan umur, sehingga jumlah korban dari kelompok rentan dan perempuan tidak dapat diketahui. Program dan kegiatan penanganan bencana juga belum menyertakan data menurut jenis kelamin.


Kurangnya komitmen pemerintah Kabupaten Bantul dalam penanggulangan bencana yang sensitif gender juga diindikasikan oleh minimnya keterwakilan perempuan di lembaga-lembaga yang menangani bencana, khususnya pada level penentu kebijakan. Di kantor BPBD yang menjadi sentral penanganan bencana di Kabupaten Bantul, misalnya, dari 20 pegawai kantor ini hanya terdapat 2 pegawai perempuan, keduanya hanya staf biasa tanpa jabatan.


Gambaran yang berbeda dijumpai pada program mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di tingkat grassroots. Program yang diinisiasi dan didanai oleh lembaga internasional dan fasilitasi oleh lembaga nasional melalui JRF – Rekompak mensyaratkan keterlibatan perempuan sebanyak 30 persen dalam Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB) di setiap desa. Perempuan mempunyai akses memberikan usulan untuk Rencana Penataan Permukiman (RPP) desa yang merupakan bagian dari kegiatan mitigasi bencana di daerahnya. Peran perempuan direalisasikan melalui Musyawarah Khusus Perempuan (MKP). Forum MKP ini jumlah dan kapasitasnya masih terbatas dan bervariasi antar desa.


Upaya peningkatan peran gender dalam penanganan bencana gempa karena itu masih sangat diperlukan. Kajian ini memberikan beberapa alternative gagasan untuk peningkatan peran gender, terutama yang berkaitan dengan akses dan keterlibatan perempuan dan laki-laki, dan kebijakan dan program dalam penanganan bencana yang sensitif gender

No Mitra KerjasamaBentuk Kerjasama
Waktu
1 Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Studi “Peran Persepsi akan Risiko (Risk Perception) dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana dan Upaya Penyusunan Model Informasi dan Komunikasi Risiko Bencana: Studi Kasus Gunung Merapi, Yogyakarta” 2012-2013
  Studi ”Pengarusutamaan Adaptasi dalam Peningkatan Resilience Pulau-Pulau Kecil” 2012-2013
    Kajian “Akses Petani terhadap Budidaya Padi Tahan Wereng: Studi Petani Padi yang Diserang Hama Wereng akibat Anomali Iklim di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah” 2012-2013
2 Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Studi “Intervensi Pendidikan Kebencanaan dalam Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir Mengantisipasi Gempa Bumi dan Tsunami di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat dan Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat” 2012
    Survei “Benefit Monitoring Evaluation: Aspek Sosial Ekonomi Program COREMAP” 2010-2011
    Studi “COREMAP dan Dampaknya Terhadap Pendapatan Masyarakat” 2011
    Studi “Pelestarian Terumbu Karang: Upaya Meningkatkan Pendapatan Masyarakat” 2011
    Studi “Peran Jender dalam Penanganan Bencana Alam di Kabupaten Bantul” 2011
    Kajian “Kesadaran Publik dalam Pengurangan Risiko Bencana Gempa bumi di Wilayah Cekungan Bandung dan Sekitarnya” 2011
    Studi “Perubahan Iklim dan Kehidupan Masyarakat di Kawasan Pesisir Teluk Bone, Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan 2010
    Aspek Sosial dari Pelestarian Terumbu Karang-COREMAP di Wakatobi Sulawesi Tenggara 2010
    Kajian “Pemenuhan Kebutuhan Dasar Korban Bencana: Pembelajaran dari Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Bantul” 2010
3 Kementerian Riset dan Teknologi Studi “Pemberdayaan Petani Pada Sistem Pertanian Terpadu Organik: Peran Peternakan dalam Pertanian Terpadu di Koridor Ekonomi 5 Kabupaten Tabanan, Bali” 2011-2012
    Studi ”Kemandirian Pangan Berbasis Potensi Lokal di NTT”            2011-2012
    Studi ”Peran Penting Rencana Tata Ruang Wilayah NTB Dalam Pengembangan Ekowisata” 2011-2012
    Studi “Kontinuitas Pengetahuan Lokal : Awig-Awig, Pariwisata & Pembangunan Berkelanjutan di Lombok, Nusa Tenggara Barat” 2011
    Kajian “Sektor Informal dan Jaminan Sosial: Kasus Kota Surabaya Jawa Timur” 2011
    Studi “Pemberdayaan Tenaga Kerja pada Pertanian Organik di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah” 2010
4 UPT Kebun Raya Bogor LIPI Studi “Kajian Sosial Budaya Dampak Kebun Raya Daerah di Kabupaten Banyumas” 2012
5 BPBD dan Stakeholder Pengelola Bencana di Kabupaten Kebumen dan Mentawai Bimbingan Teknis Kajian Risiko Bencana Tsunami 2012
  BPBD, PMI, MPBI dan Stakeholder lainnya Panduan Mengukur Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat dan Komunitas Sekolah 2012
6. UNDP, ICCTF dan BMKG Public Awareness, Training, and Education Program on Climate Change Issue for All Level of Societies in Mitigation and Adaptation Indonesia di Kabupaten Indramayu, Kota Batu, Kota Bau-Bau, dan Kota Jakarta Utara 2010-2011
  BMKG Sosialisasi Perubahan Iklim Melalui Radio Komunitas Bagi Petani dan Nelayan 2011
    Survei Pengetahuan Petani tentang Perubahan Iklim di Kota Batu 2010
7 Kementerian Pendidikan Nasional Ekspedisi Perairan Kendari 2011
    Kajian “Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun” 2011
8 Pemda Solok dan Kantor Menko Perekonomian Kajian “Pendayagunaan Tenaga Kerja di Sektor Pertanian Terpadu Organik” 2011
9 Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosialisasi “Kajian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan” 2010
    Kajian “UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan” 2010
10 Pemda Sragen Kajian “Pendayagunaan Tenaga Kerja di Sektor Pertanian Terpadu Organik” 2010
11 Kementerian Pendidikan Nasional (DIKTI) Studi “Perluasan Kawasan Perkotaan dengan Memperhatikan Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Pinggiran Kota di Kabupaten Sleman, Provinsi DIY 2010-2011
    Studi “Dampak Migrasi Tenaga Kerja ke Luar Negeri terhadap Keluarga dan Daerah Asal di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 2010
    Kajian “Pemenuhan Kebutuhan Dasar Korban Bencana Gempa Bumi di Kabuapaten Bantul, Provinsi DIY” 2010
    Studi “Pekerja Sektor Informal : Pemberdayaan dan Kesejahteraan di Kota Yogyakarta, Provinsi DIY” 2010
12 Puslitbang BPN dan SKPM FEMA-IPB Pengawasan dan Pengendalian Partisipatif terhadap Peralihan Penguasaan Tanah: Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau di Kawasan Pulau Tiga Kabupaten Maluku Tengah 2010

No

Mitra Kerjasama

Bentuk Kerjasama

Waktu

1

Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tenggara Timur

Kajian Sosial Budaya dan Kependudukan dalam Upaya Mengurangi Kemiskinan di Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun 2018

2018

2

Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Tabalong

Kajian Efektivitas Kebijakan Program ”Gerbang Emas Bersinar” Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa di Kabupaten Tabalong  Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2018

2018

3

The Japan External Trade Organization (JETRO)

International Migration of Indonesian Nurse

2018

4

Aliansi Organis Indonesia (AOI), dan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Bakrie

Kajian Kebijakan Pertanian Organik.

2017-2018

5

Pusat Penelitian Pengembangan Kependudukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

Judul penelitian : “Isu terkait dengan Melahirkan/Menikah Pertama Umur 15-19 Tahun”.

2017

6

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang bekerjasama dengan City of Eugene, Origon

Diskusi tentang “Waste Prevention and Green Building Program”

2017

7

Institute of Continuing & TESOL Education University of Queensland

Academic English Writing Course

2017

8

Aliansi  Organis Indonesia dan Universitas Bakri

Penelitian tentang Kebijakan Pertanian Organik di Indonesi

2017

9

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Plan Internasional Indonesia

Peluncuran buku “Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Mengantisipasi Kebakaran dan Banjir di Jakarta Barat”

2017

10

Bappeda Kabupaten Mentawai

Penelitian Strategi Pengembangan Kawasan Bufferzone Taman Nasional Siberut dan Fasilitasi Kemasyarakatan

2016

11

Fakultas Geografi UGM

Science Policy Workshop on Eco DRR (Disaster Risk Reduction)

2016

12

SOKOLA Rimba

Workshop mencari Rumusan Pendidikan Kontekstual Bagi Masyarakat Adat

2016

13

Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative/COREMAP-CTI P2 Oseanografi LIPI

Riset dan Monitoring Aspek Sosial Terumbu Karang dan Ekosistem Terkait

2015

14

Bappeda Kabupaten Kepulauan Mentawai

Kajian Kawasan Hutan Kabupaten Kepulauan Mentawai

2015

15

The Nature Conservancy (TNC)

Workshop "Peluang Implementasi Pengurangan Risiko Bencana Berbasis-Ekosistem dan Adaptasi Perubahan Iklim di Indonesia"

         2015

16

Kemitraan (Partnership for Governance Reform in Indonesia)

Study Impact of Social Forestry on Welfare Population: The Case of Hutan Kemasyarakatan (Community Forest) and Hutan Desa (Village Forest) in Indonesia

2014

17

Nanyang Technological University (NTU), Singapore

Social, Economic, and Political Change and Family Patterns in Reformasi Indonesia

2014

18

MOST LIPI dengan UNESCO

Pembangunan dan Adaptasi Perubahan Iklim di Sektor Pertanian, Kasus Jawa Tengah

2014

19

MOST LIPI dengan UNESCO

Sekolah Lapang Iklim Sebagai Adaptasi Perubahan Iklim di Sulawesi Utara

2014

20

The WEFN (Water-Energy-Food Nexus) Project. Kerjasama Pusat Penelitian Geoteknologi-LIPI dengan RIHN Jepang

Environmental Governance, Science in/for Society

2014

21

LD FE-UI

Pelatihan Dasar Demografi

2014

22

Division of Sociology, Nanyang Technological University (NTU), Singapore

Studi “Social, Economic and Political Change and Family Patterns in Reformasi Indonesia”

2013

23

Kagoshima University, Japan

Studi “People’s Adaptation on Water Shortage in Small Islands: Comparison Study of Belitung Island, Indonesia and Kikaijima, Japan”

2013

24

Kagoshima University, Japan

Studi “Kesehatan Reproduksi Penduduk di Daerah Perbatasan Jepang: Kasus di Kepulauan Amami, Kagoshima Prefecture, Jepang”

2013

25

Kagoshima University, Japan

Studi “Kesehatan Reproduksi Penduduk di Daerah Perbatasan Jepang: Kasus di Kepulauan Amami, Kagoshima Prefecture, Jepang”

2010

26

JST-JICA

Studi “Multi Disciplinary Hazard Reduction from Earthquakes and Volcanoes in Indonesia and Beyond”

2009-2012

27

World Food Programme (WFP)

Studi “Evaluation Study on World Food Programme (WFP) School Feeding Programme in NTB and East Java Provinces 2005-2011”

2012

28

World Food Programme (WFP)

Studi “Evaluation Study on World Food Programme (WFP) School Feeding Programme in NTT Province 2006-2010”

2012

29

Japan Foundation

Studi “Population and Small Islands Development in Indonesia”

2012

30

Japan Foundation

Seminar “Transnationalism and Social Change in Small Islands: A View from Population Perspectives”

2012

31

Japan Foundation

Studi “Satogaeri (Pulang Kampung): The Culture of Population Mobility during Bon Festival in Japan”

2011

32

Sugiyama Jogakuen University, Japan

Studi “Social Changes in Local Community of Jakarta: Perspective from Betawi People, North Jakarta”

2012

33

Australia Awards

Training “Academic Writing for International Journal”

2012

34

WAGI-Filipina

Studi “Dampak Sosial Migrasi Tenaga Kerja Indonesia Internasional, di Indramayu Jawa Barat”

2011

35

WAGI, Mirriam College dan UNIFEM

Studi “Valuing the Social Costs of Migration Across Four Countries: Indonesian Case” di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat”

2010

36

KITLV-Belanda

Studi “Sejarah Migrasi Repatrian Jawa-Suriname di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat”

2010

37

ICIAR-LIPI dan UNESCO

Baseline Study on “Disaster Risk Reduction Efforts Contributing to Climate Change Adaptation”

2010

38

Kementerian Kesehatan, BPS dan UNFPA

Studi “The Implementation of Integrated Essential Reproductive Health (IERH) Services in the Primary Health Care”

2007

39

Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI

Studi “Peran Persepsi akan Risiko (Risk Perception) dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana dan Upaya Penyusunan Model Informasi dan Komunikasi Risiko Bencana: Studi Kasus Gunung Merapi, Yogyakarta”

2012-2013

40

Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI

Studi ”Pengarusutamaan Adaptasi dalam Peningkatan Resilience Pulau-Pulau Kecil”

2012-2013

41

Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI

Kajian “Akses Petani terhadap Budidaya Padi Tahan Wereng: Studi Petani Padi yang Diserang Hama Wereng akibat Anomali Iklim di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah”

2012-2013

42

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Studi “Intervensi Pendidikan Kebencanaan dalam Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir Mengantisipasi Gempa Bumi dan Tsunami di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat dan Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat”

2012

43

Kementerian Riset dan Teknologi

Studi “Pemberdayaan Petani Pada Sistem Pertanian Terpadu Organik: Peran Peternakan dalam Pertanian Terpadu di Koridor Ekonomi 5 Kabupaten Tabanan, Bali”

2011-2012

44

Kementerian Riset dan Teknologi

Studi ”Kemandirian Pangan Berbasis Potensi Lokal di NTT”

2011-2012

45

Kementerian Riset dan Teknologi

Studi ”Peran Penting Rencana Tata Ruang Wilayah NTB Dalam Pengembangan Ekowisata”

2011-2012

46

UPT Kebun Raya Bogor LIPI

Studi “Kajian Sosial Budaya Dampak Kebun Raya Daerah di Kabupaten Banyumas”

2012

47

BPBD dan Stakeholder Pengelola Bencana di Kabupaten Kebumen dan Mentawai

Bimbingan Teknis Kajian Risiko Bencana Tsunami

2012

48

BPBD, PMI, MPBI dan Stakeholder lainnya

Panduan Mengukur Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat dan Komunitas Sekolah

2012

49

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Survei “Benefit Monitoring Evaluation: Aspek Sosial Ekonomi Program COREMAP”

2010-2011

50

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Studi “COREMAP dan Dampaknya Terhadap Pendapatan Masyarakat”

2011

51

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Studi “Pelestarian Terumbu Karang: Upaya Meningkatkan Pendapatan Masyarakat”

2011

52

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Studi “Peran Jender dalam Penanganan Bencana Alam di Kabupaten Bantul”

2011

53

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Kajian “Kesadaran Publik dalam Pengurangan Risiko Bencana Gempa bumi di Wilayah Cekungan Bandung dan Sekitarnya”

2011

54

Kementerian Riset dan Teknologi

Studi “Kontinuitas Pengetahuan Lokal : Awig-Awig, Pariwisata & Pembangunan Berkelanjutan di Lombok, Nusa Tenggara Barat”

2011

55

Kementerian Riset dan Teknologi

Kajian “Sektor Informal dan Jaminan Sosial: Kasus Kota Surabaya Jawa Timur”

2011

56

Kementerian Pendidikan Nasional (DIKTI)

Studi “Perluasan Kawasan Perkotaan dengan Memperhatikan Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Pinggiran Kota di Kabupaten Sleman, Provinsi DIY

2010-2011

57

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Studi “Perubahan Iklim dan Kehidupan Masyarakat di Kawasan Pesisir Teluk Bone, Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan

2010

58

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Aspek Sosial dari Pelestarian Terumbu Karang-COREMAP di Wakatobi Sulawesi Tenggara

2010

59

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Kajian “Pemenuhan Kebutuhan Dasar Korban Bencana: Pembelajaran dari Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Bantul”

2010

60

Kementerian Pendidikan Nasional (DIKTI)

Studi “Dampak Migrasi Tenaga Kerja ke Luar Negeri terhadap Keluarga dan Daerah Asal di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur

2010

61

Kementerian Pendidikan Nasional (DIKTI)

Kajian “Pemenuhan Kebutuhan Dasar Korban Bencana Gempa Bumi di Kabuapaten Bantul, Provinsi DIY”

2010

62

Kementerian Pendidikan Nasional (DIKTI)

Studi “Pekerja Sektor Informal : Pemberdayaan dan Kesejahteraan di Kota Yogyakarta, Provinsi DIY”

2010

63

Kementerian Riset dan Teknologi

Studi “Pemberdayaan Tenaga Kerja pada Pertanian Organik di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah”

2010

64

Puslitbang BPN dan SKPM FEMA-IPB

Pengawasan dan Pengendalian Partisipatif terhadap Peralihan Penguasaan Tanah: Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau di Kawasan Pulau Tiga Kabupaten Maluku Tengah

2010

Go to top