• Save Population From Corruption
  • Poster Ekologi Kota 2018
  • Poster Ekologi Desa 2018
  • Poster Migrasi Internasional 2018
  • Poster Migrasi Internal 2018
  • Poster Pendidikan 2018
  • Poster Ketenagakerjaan 2018
  • Poster Keluarga Remaja 2018
  • Poster Keluarga Lansia 2018
  • Poster Keluarga Ibu 2018

Beberapa saat yang lalu hasil ujian Sekolah Menengah Atas (SMA) telah diumumkan. Berbagai ekspresi dan tanggapanpun muncul dari berbagai pihak mulai dari siswa, tokoh pendidik, hingga tataran birokrasi. Ekspresi dari siswa sangat beragam mulai dari yang positif seperti menyerahkan buku dan pakaian bekas kepada pihak yang membutuhkan hingga aksi negatif seperti arak-arakan dan coret-coret.
 
Melihat fenomena diatas, ada secerca pertanyaan mau dibawa kemana insan-insan muda Indonesia tersebut setelah lulus? Apakah akan melanjutkan kuliah atau mencari pekerjaan. Mungkin dua alternatif tersebut yang masih menjadi pilihan dimata masyarakat kita.

Beberapa saat yang lalu hasil ujian Sekolah Menengah Atas (SMA) telah diumumkan. Berbagai ekspresi dan tanggapanpun muncul dari berbagai pihak mulai dari siswa, tokoh pendidik, hingga tataran birokrasi. Ekspresi dari siswa sangat beragam mulai dari yang positif seperti menyerahkan buku dan pakaian bekas kepada pihak yang membutuhkan hingga aksi negatif seperti arak-arakan dan coret-coret.  

 

Melihat fenomena diatas, ada secerca pertanyaan mau dibawa kemana insan-insan muda Indonesia tersebut setelah lulus? Apakah akan melanjutkan kuliah atau mencari pekerjaan. Mungkin dua alternatif tersebut yang masih menjadi pilihan dimata masyarakat kita.

Oleh karena itu diperlukan jalan keluar berupa kebijakan yang mampu mengakomodasinya yaitu berupa kebijakan menciptakan lapangan kerja. Sehingga lulusan tersebut tidak menjadi pengangguran baru. Melihat permasalahan diatas maka penulis mencoba mendeskripsikan kondisi ketenagakerjaan Indonesia sebagai bahan referensi dalam pengambilan kebijakan.

 

Hingga saat ini jumlah lulusan sekolah tidak  diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja. Disisi lain  belum sepenuhnya ada kreativitas lulusan untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Selain itu  belum seluruhnya lulusan memiliki daya saing.  Meskipun dalam tataran substansi pemerintah telah mewacanakan untuk menciptakan lulusan kerja yang berdaya saing tinggi.

 

Hal tersebut diatur dalam Permenakertrans No 8. Tahun 2012 tentang tata cara penetapan standar kompetensi kerja nasional Indonesia. Hal ini sangat diperlukan sebab hingga saat ini kondisi tingkat pendidikan angkatan kerja di Indonesia masih rendah. Berdasar data BPS tahun 2012 angkatan kerja didominasi lulusan SD dengan persentase mencapai 49,1 %. Di samping  rendahnya tingkat pendidikan, permasalahan ketenagakerjaan juga dihadapkan pada ledakan pengangguran dan persaingan yang makin kompetitif. Data terakhir BPS bulan Februari 2012  menunjukkan bahwa  jumlah penganggur 7,61 juta atau 6,32 % dari total angkatan kerja yang mencapai 120,41 juta.

 

Untuk mengatasi angka pengangguran tersebut diperlukan strategi baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat. Dari sisi masyarakat diperlukan perubahan pola pikir bahwa negara kita kaya alam. Akibatnya terbuai dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Padahal dalam persaingan sekarang ini termasuk dalam ketenagakerjaan keuntungan komparatif sudah tidak lagi menjadi ukuran.

 

Aspek lain yang mempengaruhi ledakan pengangguran adalah akses terhadap informasi. Akses informasi lapangan kerja yang belum merata di seluruh nusantara juga andil dalam mempengaruhi tingkat pengangguran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan berbagai langkah kebijakan radikal  yang mampu untuk menekan angka pengangguran.

 

Langkah pertama undang-undang ketenagakerjaan harus mampu menjamin dan melindungi untuk bekerja dan berusaha. Namun faktanya justru yang sangat ironi karena  dalam Undang-Undang No. 13 tahun 2003 yang sampai saat ini menjadi landasan ketenagakerjaan tidak ada sanksi tegas khususnya yang berkaitan dengan sistem kerja outsourcing.

 

Permasalahan klasik lemahnya dalam tataran implementasi harus dirubah secara radikal. Karena penyakit ini sudah lama menjangkiti birokrasi Indonesia. Disisi lain komponen masyarakat juga ditingkatkan peranannya dalam memberikan kontrol terhadap implementasi suatu produk undang-undang ketenagakerjaan.  

 

Kemudian langkah kedua adalah mengitensifkan kebijakan pemerintah dalam menyelenggarakan pemberdayaan masyarakat agar masyarakat mampu menciptakan lapangan usaha dan mampu berkontribusi dalam pembangunan. Pemberdayaan masyarakat dalam jangka panjang akan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pemerintah.

 

Langkah ketiga adalah pemerintah menjamin keberlangsungan UKM dan pekerja di sektor informal. Khusus di sektor informal sangat ironis, dari total jumlah angkatan kerja sektor informal yang mencapai 70% dari total jumlah angkatan kerja tidak dijamin oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003. Hal ini merupakan kemunduran, karena sebelum reformasi Undang-Undang ketenagakerjaan No. 25 tahun 1997 justru ada pasal yang mengatur pekerja sektor informal.

 

Sektor informal bersama UKM mampu menjadi katub penyelamat ketika krisis ekonomi mengguncang Indonesia. Sektor UKM mampu eksis karena tidak tergantung dengan bahan baku dari luar. Hal inimenunjukkan bahwa UKM mampu mandiri di saat krisis.

Kemudian langkah keempat untuk mengurangi tingkat pengangguran  adalah merubah konsep dan perspektif mahasiswa bahwa setelah kuliah tidak harus mencari kerja tetapi justru menciptakan pekerjaan sendiri atau wiraswasta. Akhir dari tulisan ini mari kita tunggu apakah lulusan SMA tahun ini mampu produktif atau justru menambah jumlah pengangguran.

 

 *Triyono, Peneliti pada bidang Ketenagakerjaan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI

 

issnwebPPK

Berita Internal

Picture1
01 Juli 2014

Akses e-journal

Statistik Kependudukan

Publikasi Buku

  • BatamDepan.jpg
  • belitungdepan.jpg
  • belitungdepan1.jpg
  • belitungdepan2.jpg
  • Bintandepan.jpg
  • Buku1.jpg
  • Buku2.jpg
  • Buku3.jpg
  • Buku4.jpg
  • Buku5.jpg

Mitra

banner pdii

banner simpeg

intra-lipi

isjd

 

Instagram P2Kependudukan

http pluspng

Galeri Video

This text will be replaced

Statistik Pengunjung

1443201
Harian
Mingguan
Bulanan
Total
606
6799
16136
1443201

Go to top